Latest Post

Payakumbuh, 1 Juni 2026 – Semangat persatuan dan pengamalan nilai-nilai luhur bangsa kembali digelorakan oleh Keluarga Besar SMK Negeri 3 Payakumbuh dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni. Peringatan tahun ini diusung dengan pesan mendalam untuk memperkuat komitmen seluruh warga sekolah dalam menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, baik di lingkungan pendidikan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam momen yang penuh makna ini, Kepala Sekolah SMKN 3 Payakumbuh, Dra. Wismarni, M.M., menyampaikan pesan penting dan harapan besar kepada seluruh guru, staf, serta siswa. Melalui ucapan dan seruan yang disebarkan secara luas, beliau menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia—berbeda suku, budaya, maupun bahasa—bukanlah penghalang, melainkan kekayaan terbesar yang harus dijaga dan disatukan di bawah payung Pancasila.

“Berbeda suku, budaya, dan bahasa bukanlah penghalang untuk bersatu. Pancasila mengajarkan kita untuk hidup rukun, saling menghargai, dan bergotong royong demi Indonesia yang lebih maju,” tegas Dra. Wismarni, M.M., dalam pesannya. Beliau juga mengajak seluruh elemen sekolah untuk tidak hanya menjadikan Pancasila sebagai simbol atau hafalan semata, melainkan mengimplementasikannya dalam setiap tindakan dan perilaku sehari-hari.

Dalam pernyataannya yang termuat dalam ucapan peringatan, Ibu Kepala Sekolah menekankan: “Mari tingkatkan kesadaran dan komitmen mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di setiap aspek kehidupan.” Hal ini menjadi pengingat bahwa sebagai lembaga pendidikan, SMKN 3 Payakumbuh memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berjiwa Pancasila—yang beriman, berakhlak mulia, menjunjung tinggi persatuan, serta peduli terhadap keadilan dan kemajuan bersama.

Nilai-nilai Pancasila seperti persatuan, gotong royong, saling menghormati, dan keadilan sosial menjadi landasan yang terus ditanamkan di lingkungan sekolah. Bagi Dra. Wismarni, M.M., menanamkan nilai ini sejak dini sangat penting agar kelak para siswa tumbuh menjadi penerus bangsa yang kuat, berkarakter, dan mampu membawa perubahan positif bagi daerah maupun negara.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 ini juga menjadi bukti nyata komitmen SMKN 3 Payakumbuh dalam mendukung program pendidikan nasional, khususnya dalam membangun karakter pelajar Pancasila yang berakhlak, mandiri, bernalar kritis, kreatif, serta berkebinekaan global. Semangat “Merdeka Belajar” dan nilai-nilai “BerAKHLAK” yang diusung sekolah pun selaras dengan tujuan luhur Pancasila, yaitu mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan bersatu.

Di akhir pesannya, seluruh Keluarga Besar SMKN 3 Payakumbuh dengan bangga menyampaikan: “Mari bersama mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Salam Pancasila!”

Momen peringatan ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, melainkan panggilan bersama untuk terus menjaga dan merawat dasar negara, agar Indonesia tetap berdiri kokoh, bersatu, dan terus melaju menuju kemajuan yang sejahtera bagi seluruh rakyatnya.


Rusdi Chandra


Padang
, 1 Juni 2026 – SMAN 15 Padang menggelar upacara bendera khidmat dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni. Kegiatan ini berlangsung di halaman sekolah dan dihadiri oleh seluruh siswa, guru, serta staf sekolah, dengan Kepala Sekolah, Bapak Gusnaldi, M.Pd, bertindak selaku Pembina Upacara.

Suasana upacara terasa penuh semangat nasionalisme. Para peserta upacara tampil rapi mengenakan seragam sekolah, dengan petugas upacara yang melaksanakan tugasnya dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Bendera Merah Putih dikibarkan dengan gagah, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama dengan suara lantang dan penuh rasa cinta tanah air.

Dalam amanatnya, Bapak Gusnaldi, M.Pd, menyampaikan pesan mendalam tentang makna dan peran Pancasila sebagai dasar negara serta pandangan hidup bangsa Indonesia. “Pancasila bukan hanya sekadar kata-kata atau simbol, melainkan jiwa dan identitas bangsa kita. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya—Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia—harus kita tanamkan dalam hati dan kita amalkan dalam setiap langkah kehidupan sehari-hari,” tegas beliau.

Kepala sekolah juga mengingatkan generasi muda, khususnya siswa-siswi SMAN 15 Padang, sebagai penerus bangsa, memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga, melestarikan, dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila. Di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi, tantangan bagi keutuhan bangsa semakin beragam. Oleh karena itu, pemahaman yang kuat terhadap Pancasila menjadi benteng utama untuk menjaga persatuan, kesatuan, serta karakter bangsa.

“Sebagai pelajar, cara paling nyata mengamalkan Pancasila adalah dengan belajar dengan tekun, berbuat baik kepada sesama, saling menghormati perbedaan, serta menjaga nama baik sekolah dan bangsa. Jadilah generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berjiwa patriotik yang siap memajukan Indonesia,” tambah Bapak Gusnaldi dengan semangat.

Kegiatan peringatan Hari Lahir Pancasila di SMAN 15 Padang ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momen penting untuk menumbuhkan kembali kesadaran nasionalisme dan memperkuat rasa persatuan di kalangan warga sekolah. Harapannya, semangat dan nilai-nilai Pancasila yang dipupuk melalui kegiatan ini dapat terus hidup dan menjadi landasan kokoh bagi setiap siswa dalam membangun masa depan diri sendiri, masyarakat, maupun bangsa Indonesia.

Upacara ditutup dengan doa bersama, memohon agar bangsa Indonesia senantiasa dijaga dalam persatuan, kemajuan, dan kesejahteraan, sesuai dengan semangat yang terkandung dalam Pancasila.


Rusdi Chandra


Gunung
Talang, 1 Juni 2026 – Suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti halaman SMK Negeri 1 Gunung Talang, saat seluruh warga sekolah berkumpul melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni. Kegiatan ini diikuti secara lengkap oleh siswa-siswi, dewan guru, serta seluruh tenaga kependidikan, menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menjaga dan menanamkan nilai-nilai luhur dasar negara sejak dini.

Di bawah pimpinan Kepala Sekolah SMKN 1 Gunung Talang, Sri Lestari, S.Pt., M.M., upacara berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh penghayatan. Dalam amanat yang disampaikan, Ibu Sri Lestari menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol atau rumusan semata, melainkan jiwa, identitas, dan pengikat persatuan bagi seluruh rakyat Indonesia—termasuk bagi generasi muda yang sedang menempuh pendidikan.

“Selamat Hari Lahir Pancasila. Mari kita semua tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa ini, demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus mendorong kemajuan yang berkeadilan. Ingatlah selalu: Pancasila adalah jiwa bangsa, dan Pancasila adalah satu-satunya pemersatu kita di tengah keberagaman yang kita miliki,” tegas Sri Lestari, S.Pt., M.M., di hadapan seluruh peserta upacara.

Beliau menambahkan, bagi lembaga pendidikan kejuruan seperti SMKN 1 Gunung Talang, pengamalan nilai Pancasila harus berjalan beriringan dengan pembekalan keterampilan dan kompetensi. Sekolah tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang andal dan siap bersaing di dunia kerja dan industri, tetapi yang lebih penting—melahirkan generasi yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, serta memiliki rasa cinta tanah air yang mendalam. Hal ini sejalan dengan semangat besar pendidikan kejuruan: “SMK Hebat, SMK Bisa” dan “Vokasi Kuat Menguatkan Indonesia”.

“Keahlian tanpa karakter yang berlandaskan Pancasila akan kehilangan arah. Oleh karena itu, kami terus berupaya menanamkan nilai persatuan, keadilan, kemanusiaan, dan cinta tanah air dalam setiap kegiatan belajar mengajar, agar kelak para lulusan tidak hanya menjadi tenaga kerja yang terampil, tetapi juga menjadi warga negara yang baik dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan negara,” lanjut beliau.

Momen peringatan ini menjadi pengingat bersama bagi seluruh warga sekolah, bahwa menjaga Pancasila adalah tanggung jawab bersama. Di tengah berbagai tantangan zaman dan perubahan yang terjadi, semangat persatuan dan kesatuan harus tetap dijaga dan dirawat dengan baik, agar Indonesia senantiasa berdiri kokoh, damai, dan terus melangkah menuju kemajuan yang gemilang.

Upacara ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan sekolah, daerah, dan bangsa Indonesia. Semangat yang terbangun dalam peringatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada momen seremonial, tetapi terus hidup dan diamalkan dalam setiap langkah kehidupan sehari-hari.

 

#HariLahirPancasila #1Juni2026 #SMKHebatSMKBisa #VokasiKuatMenguatkanIndonesia #SMKN1GunungTalang

RUSDI CHANDRA


Koto
Baru, 1 Juni 2026 – Dalam semangat kebanggaan dan cinta tanah air, SMKN 1 Koto Baru memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026, dengan menegaskan kembali peran strategis lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai luhur bangsa ke dalam sanubari setiap generasi penerus. Momen bersejarah ini dijadikan landasan kuat bagi sekolah untuk terus berinovasi, tidak hanya mencetak lulusan yang andal secara keahlian, tetapi juga pribadi yang kokoh berpegang pada jati diri bangsa.

Kepala Sekolah SMKN 1 Koto Baru, Gustina, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa Pancasila adalah identitas utama dan pondasi tak tergantikan bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurut beliau, di tengah perkembangan zaman dan persaingan global, penanaman nilai-nilai Pancasila menjadi semakin penting agar generasi muda tidak kehilangan arah dan tetap memiliki karakter yang kuat.

“Pancasila adalah jati diri bangsa yang harus senantiasa kita tanamkan dan pupuk dalam sanubari generasi penerus. Bagi SMKN 1 Koto Baru, pendidikan tidak berhenti hanya pada pembekalan keterampilan teknis atau kompetensi untuk bersaing di dunia industri, tetapi jauh melampaui itu: kami berkomitmen penuh melahirkan lulusan yang berakhlak mulia, menjunjung tinggi sikap toleransi, serta memiliki rasa cinta tanah air yang mendalam—sesuai dengan jiwa dan nilai luhur Pancasila,” tegas Ibu Gustina dalam pesan peringatan Hari Lahir Pancasila.

Beliau menambahkan, visi besar sekolah adalah melahirkan taruna dan taruni yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga menjadi manusia seutuhnya yang mampu membawa nama baik bangsa, menjaga persatuan, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan negara. Hal ini sejalan dengan semangat “SMK Bisa Hebat”, di mana keunggulan kompetensi harus beriringan dengan keunggulan karakter yang berakar pada nilai kebangsaan.

Dalam kesempatan tersebut, Gustina, S.Pd., M.Si., juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta para orang tua siswa. Dukungan dan bimbingan tanpa henti dari semua pihak dianggap sebagai kunci utama dalam membentuk karakter putra-putri bangsa menjadi generasi yang tangguh, berintegritas, dan berjiwa Pancasila.

“Terima kasih kepada seluruh Bapak dan Ibu Guru, serta para Orang Tua yang tiada henti membimbing, mendidik, dan mendampingi putra-putri kita. Kerja sama inilah yang akan membentuk mereka menjadi penerus bangsa yang tangguh, bermental baja, dan selalu menjunjung tinggi persatuan,” ujarnya.

Di akhir pesannya, beliau mengajak seluruh elemen masyarakat, pendidik, dan orang tua untuk terus bergandengan tangan, bersatu hati menjaga keutuhan bangsa. Semangat persatuan dalam keberagaman menjadi kunci utama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih gemilang, damai, adil, dan makmur di masa depan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai luhur bangsa harus terus hidup, diamalkan, dan dijaga erat, agar Indonesia senantiasa berdiri kokoh dan maju berlandaskan Pancasila.

#HariLahirPancasila #1Juni2026 #PendidikanKarakter #SMKBisaHebat #SMKN1KotoBaru


Rusdi Chandra


DHARMASRAYA
- SMAN 1 Koto Baru menggelar upacara bendera khidmat dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, yang dihadiri secara lengkap oleh seluruh siswa, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan sekolah tersebut. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur bangsa, sekaligus memperkuat ikatan persatuan di lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah SMAN 1 Koto Baru, Iddia Rozani, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya mengajak seluruh warga sekolah untuk tidak hanya menjadikan Pancasila sebagai simbol semata, melainkan mengamalkannya secara nyata dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari. Menurut beliau, nilai-nilai Pancasila merupakan landasan utama dalam membangun karakter pribadi yang unggul, menjaga keutuhan persatuan di tengah keberagaman, serta menumbuhkan semangat kebangsaan yang tinggi di kalangan generasi muda.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Melalui tema tersebut, seluruh warga sekolah diajak bersatu padu menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup dan acuan bertindak, demi mewujudkan cita-cita Indonesia yang maju, harmonis, berkeadilan, dan disegani di mata dunia.

“Pancasila adalah identitas dan kekuatan kita. Di tengah berbagai tantangan zaman, mari kita kukuhkan kembali komitmen untuk bersatu dalam keberagaman, serta tetap kokoh memegang teguh nilai-nilai kebangsaan yang telah diwariskan para pendiri bangsa,” tegas Iddia Rozani, S.Pd., M.Si.

Acara peringatan ini berlangsung dengan tertib dan penuh semangat, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Semangat Pancasila kini semakin tertanam kuat di hati setiap warga SMAN 1 Koto Baru, siap diterapkan untuk membangun lingkungan sekolah yang lebih baik, sekaligus berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.

Selamat Hari Lahir Pancasila! Mari terus bersatu, berpadu, dan berjuang mewujudkan Indonesia yang damai, adil, dan makmur di bawah naungan nilai-nilai luhur Pancasila.


Rusdi Chandra


Koto
Baru – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026, SMKN 1 Koto Baru kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam kompetensi dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter kuat yang berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila.

Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting bagi seluruh keluarga besar SMKN 1 Koto Baru untuk merefleksikan kembali makna Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila diyakini menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Kepala SMKN 1 Koto Baru, Gustina, S.Pd., M.Si, menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik dan keterampilan kerja semata, tetapi juga harus mampu membentuk karakter peserta didik agar menjadi pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, toleran, dan memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi.

“Pancasila adalah jati diri bangsa yang harus senantiasa kita tanamkan dalam diri generasi penerus. SMKN 1 Koto Baru terus berupaya melahirkan lulusan yang kompeten di dunia industri sekaligus memiliki akhlak mulia dan semangat kebangsaan yang kuat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” ujar Gustina.

Menurutnya, dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik sejak dini. Melalui berbagai kegiatan pembelajaran, pembinaan karakter, serta budaya sekolah yang positif, SMKN 1 Koto Baru terus mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan sosial.

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, seluruh warga sekolah diajak untuk semakin mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari sikap saling menghormati, menjaga persatuan, menghargai keberagaman, hingga menumbuhkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Gustina juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, serta orang tua siswa yang selama ini telah berperan aktif dalam membimbing dan mendidik generasi muda. Menurutnya, keberhasilan pendidikan karakter tidak dapat terwujud tanpa adanya sinergi yang kuat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh Bapak dan Ibu guru serta orang tua yang tidak pernah lelah mendampingi dan membimbing putra-putri kita. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat melahirkan generasi tangguh yang berjiwa Pancasila, siap berkarya, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” tambahnya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila juga menjadi pengingat bahwa persatuan dan kesatuan bangsa harus terus dijaga di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia. Semangat kebangsaan yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus hidup dalam diri generasi muda agar cita-cita mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera dapat tercapai.

Melalui momentum bersejarah ini, SMKN 1 Koto Baru mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan semangat kebersamaan dan persatuan, Indonesia diyakini akan semakin kuat menghadapi berbagai tantangan menuju masa depan yang lebih gemilang.

“Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Pancasila Jiwa Bangsa, Pedoman Generasi Emas Indonesia.”

RUSDI CHANDRA


PASAMAN
BARAT | Dalam semangat memperingati Hari Lahir Pancasila ke-81 yang jatuh pada Senin, 1 Juni 2026, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Momentum bersejarah ini menjadi pengingat penting bahwa Pancasila merupakan fondasi utama yang mempersatukan bangsa Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat. Senin, 1 Juni 2026.

AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan pedoman hidup yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai abdi negara.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila menjadi kekuatan besar dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terutama di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang.

Kapolres menyampaikan bahwa Polri sebagai institusi yang bertugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat senantiasa menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam setiap pengabdian kepada rakyat.

Dalam momentum Hari Lahir Pancasila ke-81 ini, AKBP Agung Tribawanto mengajak seluruh elemen masyarakat Pasaman Barat untuk memperkuat rasa persaudaraan, toleransi, dan gotong royong sebagai warisan luhur bangsa Indonesia.

Ia menilai bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama, bukan menjadi alasan untuk terjadinya perpecahan ataupun konflik sosial.

Melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika, masyarakat diharapkan mampu terus menjaga kerukunan dan saling menghormati perbedaan demi terciptanya suasana yang aman, damai, dan harmonis.

AKBP Agung Tribawanto juga mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga eksistensi nilai-nilai Pancasila di era digital yang penuh dengan berbagai tantangan informasi dan perkembangan teknologi.

Menurutnya, generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menyebarkan semangat persatuan, nasionalisme, dan cinta tanah air.

Polres Pasaman Barat terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang profesional, modern, dan humanis sebagai wujud implementasi nilai-nilai Pancasila dalam tugas kepolisian.

Berbagai program kemasyarakatan yang dilaksanakan jajaran Polres Pasaman Barat menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Kapolres menegaskan bahwa kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik dalam menjaga keamanan maupun dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial.

Ia berharap Hari Lahir Pancasila dapat menjadi momentum refleksi bersama untuk semakin memperkokoh semangat kebangsaan dan persatuan nasional.

Dalam berbagai kesempatan, AKBP Agung Tribawanto selalu menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat.

Dengan komunikasi yang harmonis, berbagai potensi gangguan keamanan dapat dicegah secara bersama-sama melalui pendekatan yang mengedepankan musyawarah dan kebersamaan.

Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif sebagai modal utama pembangunan daerah.

Menurutnya, keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.

Melalui Hari Lahir Pancasila ke-81, semangat persatuan diharapkan semakin tumbuh dan mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Pasaman Barat.

Polres Pasaman Barat akan terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh rasa kebersamaan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa Indonesia terletak pada persatuan, gotong royong, serta komitmen seluruh anak bangsa dalam menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendiri negara.

Redaksi:Polri untuk masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan wujud nyata pengabdian dalam menjaga keamanan, memberikan perlindungan, pelayanan, dan pengayoman kepada seluruh lapisan masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, profesionalisme, serta semangat kemanusiaan demi terwujudnya Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.


TIM RMO


SUMBAR
| Semangat Hari Lahir Pancasila ke-81 tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat dalam memperkuat nilai pengabdian, persatuan, dan pelayanan kepada masyarakat. Melalui nuansa nasionalisme yang kuat, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wadirlantas AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., menyampaikan pesan kebangsaan yang penuh makna kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat, Minggu (1/6/2026).

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Bagi jajaran Ditlantas Polda Sumbar, momentum tersebut merupakan pengingat penting bahwa seluruh pengabdian aparat negara harus tetap berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa Pancasila harus terus hidup dalam setiap langkah pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Menurutnya, tugas Polri bukan hanya menegakkan aturan hukum, namun juga menjaga rasa aman, kemanusiaan, dan persaudaraan di tengah kehidupan masyarakat.

Ia menilai nilai gotong royong, toleransi, dan keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila sangat relevan dengan tugas kepolisian di bidang lalu lintas. Karena itu, pendekatan humanis dan profesional menjadi prioritas dalam setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Dalam momentum Hari Lahir Pancasila ke-81 ini, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan zaman yang semakin kompleks.

Menurutnya, menjaga persatuan tidak selalu dimulai dari hal besar. Disiplin di jalan raya, menghormati sesama pengguna jalan, mematuhi aturan, dan menjaga etika sosial juga merupakan bagian dari pengamalan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro menyampaikan bahwa semangat nasionalisme harus terus dipupuk dalam setiap lini kehidupan masyarakat. Ia menyebut Pancasila sebagai fondasi utama yang membuat bangsa Indonesia tetap kuat dalam keberagaman.

AKBP Yudho Huntoro juga menegaskan bahwa jajaran Ditlantas Polda Sumbar akan terus berupaya menghadirkan pelayanan yang modern, transparan, dan dekat dengan masyarakat demi meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Dalam desain visual ucapan Hari Lahir Pancasila yang dirilis Ditlantas Polda Sumbar, tampak nuansa merah putih mendominasi dengan latar bayangan besar Garuda Pancasila sebagai simbol kekuatan dan persatuan bangsa Indonesia.

Tidak hanya itu, siluet Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno yang tengah membacakan teks lahirnya Pancasila turut ditampilkan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah bangsa dan perjuangan para pendiri negara.

Tampilan visual tersebut dipadukan dengan efek cahaya emas dan nuansa modern yang memperlihatkan semangat patriotisme serta pengabdian aparat negara dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Kehadiran Monumen Nasional dalam latar desain juga menjadi simbol perjuangan dan pengingat bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus dijaga lintas generasi demi keberlangsungan Indonesia yang damai dan bersatu.

Dirlantas Polda Sumbar menilai bahwa tantangan bangsa ke depan akan semakin berat apabila nilai persatuan mulai luntur. Karena itu, penguatan ideologi Pancasila harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, hingga institusi negara.

Melalui momentum ini, Ditlantas Polda Sumbar berharap masyarakat Sumatera Barat semakin sadar akan pentingnya menjaga toleransi, menghargai perbedaan, dan memperkuat rasa cinta terhadap tanah air Indonesia.

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq juga mengingatkan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan bagian dari bentuk kepedulian terhadap sesama manusia sebagaimana nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila.

Ia berharap budaya tertib berlalu lintas dapat terus tumbuh di tengah masyarakat sebagai bentuk nyata kedisiplinan dan tanggung jawab sosial demi menciptakan keamanan dan keselamatan bersama.

Selain itu, Ditlantas Polda Sumbar terus berkomitmen meningkatkan edukasi keselamatan berkendara kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar tercipta budaya lalu lintas yang lebih baik dan beradab.

Momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini sekaligus menjadi refleksi bagi seluruh personel Polri untuk terus memperkuat integritas, loyalitas, dan pengabdian dalam menjalankan amanah negara.

Semangat nasionalisme yang ditampilkan dalam desain visual ucapan Hari Lahir Pancasila tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat dan menjadi simbol bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga penjaga persatuan bangsa.

Melalui pesan bertema “Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi jiwa bangsa dan pemersatu kita semua,” Ditlantas Polda Sumbar berharap masyarakat terus menjaga nilai persaudaraan dan kebersamaan demi Indonesia yang lebih kuat dan harmonis.


TIM RMO


PADANG
| Kabar duka menyelimuti keluarga besar Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA. Ibunda tercinta, Hj. Kastarini Binti Padmo Wisastra, telah berpulang ke rahmatullah pada usia 80 tahun. Kepergian almarhumah tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga besar yang ditinggalkan, tetapi juga menghadirkan rasa duka dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk insan pers yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Wartawan Republik Indonesia (IKW-RI), Sabtu, 30 Mei 2026.

Duka mendalam tersebut disampaikan oleh Ketua IKW-RI, Davit Efendi, yang mewakili seluruh keluarga besar organisasi wartawan tersebut. Menurutnya, kehilangan seorang ibu merupakan ujian kehidupan yang sangat berat karena sosok ibu adalah sumber kasih sayang, keteladanan, serta kekuatan bagi keluarga.

Ucapan belasungkawa yang disampaikan IKW-RI menjadi bentuk empati dan solidaritas kepada keluarga besar Kapolda Sumbar yang tengah menghadapi masa-masa penuh kesedihan.

Bagi setiap anak, kehadiran seorang ibu memiliki arti yang sangat besar. Ibu menjadi tempat pertama belajar tentang kehidupan, pengorbanan, kesabaran, dan cinta tanpa syarat. Oleh karena itu, kepergian seorang ibu selalu meninggalkan ruang kosong yang sulit tergantikan.

IKW-RI menilai bahwa nilai-nilai kehidupan yang diwariskan oleh almarhumah kepada keluarga merupakan bekal yang akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Di tengah suasana duka, doa-doa terus mengalir dari berbagai pihak. Harapan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT menjadi ungkapan yang terus disampaikan oleh kerabat, sahabat, maupun masyarakat yang turut berbelasungkawa.

Ketua IKW-RI Davit Efendi menyampaikan bahwa kehidupan manusia pada hakikatnya adalah perjalanan menuju Sang Pencipta. Karena itu, setiap kehilangan hendaknya menjadi pengingat untuk memperbanyak amal kebaikan dan mempererat hubungan kekeluargaan.

Menurutnya, jasa seorang ibu tidak akan pernah mampu dibalas sepenuhnya oleh anak-anaknya. Namun doa yang tulus dan amal kebajikan yang dilakukan keluarga menjadi bentuk penghormatan terbaik kepada almarhumah.

Kepergian Hj. Kastarini juga mengingatkan banyak pihak tentang pentingnya menghormati dan memuliakan orang tua selama mereka masih diberikan kesehatan dan kesempatan hidup.

Dalam kehidupan bermasyarakat, sosok ibu sering kali menjadi fondasi utama yang menjaga keharmonisan keluarga. Dari tangan seorang ibu lahir generasi-generasi yang kelak mengabdi kepada bangsa dan negara.

Sebagai organisasi yang menaungi keluarga besar wartawan, IKW-RI memandang nilai-nilai ketulusan, kesederhanaan, dan pengabdian yang dimiliki seorang ibu sebagai teladan yang patut dijaga bersama.

Rasa duka yang dirasakan keluarga Kapolda Sumbar juga dirasakan oleh banyak pihak yang mengenal perjalanan pengabdian beliau selama ini. Dukungan moril dan doa menjadi bentuk kepedulian yang terus diberikan.

IKW-RI berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, serta keikhlasan dalam menghadapi cobaan tersebut.

Momentum duka ini sekaligus menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan dan persaudaraan tetap menjadi perekat kuat di tengah berbagai perbedaan profesi maupun latar belakang.

Belasungkawa yang disampaikan bukan sekadar formalitas, melainkan wujud penghormatan kepada keluarga yang sedang menghadapi kehilangan orang tercinta.

Kepergian almarhumah menjadi pengingat bahwa setiap manusia akan kembali kepada Sang Khalik pada waktunya masing-masing. Yang tersisa adalah jejak kebaikan dan doa dari orang-orang yang mencintainya.

IKW-RI mengajak seluruh insan pers untuk turut mendoakan almarhumah agar segala amal ibadahnya diterima Allah SWT serta mendapatkan tempat yang mulia di sisi-Nya.

Selain itu, organisasi tersebut juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat nilai kepedulian sosial dan saling menguatkan ketika ada saudara sebangsa yang sedang mengalami musibah.

Di tengah kesedihan yang dirasakan keluarga besar Kapolda Sumbar, dukungan dan doa dari berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat menjadi penguat untuk melewati masa-masa sulit ini.

Atas nama keluarga besar Ikatan Keluarga Wartawan Republik Indonesia (IKW-RI), Ketua IKW-RI Davit Efendi menyampaikan doa terbaik bagi almarhumah Hj. Kastarini Binti Padmo Wisastra serta belasungkawa yang tulus kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan.

"Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, diterima amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan."

Kehadiran dan empati kepada keluarga yang sedang berduka merupakan bagian dari nilai kemanusiaan yang harus terus dijaga. Semangat kebersamaan, kepedulian, dan doa menjadi kekuatan moral yang mempererat hubungan antarsesama anak bangsa.


TIM RMO


PASAMAN
BARAT | Komitmen tegas Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika kembali dibuktikan melalui pengungkapan kasus narkoba yang dilakukan jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Pasaman Barat. Sebanyak empat orang laki-laki berinisial SY (54), DH (48), AF (27), dan HD (34) diamankan dalam penggerebekan di sebuah pondok di Jorong Kampung Cubadak, Nagari Lingkuang Aua Timur, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Selasa (26 Mei 2026).

Langkah cepat yang dilakukan jajaran Satresnarkoba tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto yang terus menekankan pentingnya merespons setiap informasi masyarakat terkait peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Informasi awal berasal dari laporan warga yang merasa resah dengan dugaan aktivitas penyalahgunaan narkoba yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Opsnal Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan secara tertutup dan pengintaian di sekitar lokasi yang dicurigai.

Hasil penyelidikan mengarahkan petugas kepada sebuah pondok yang diduga sering dijadikan tempat berkumpul oleh para pengguna narkotika. Setelah memastikan target dan situasi lapangan, petugas bergerak melakukan penggerebekan.

Dalam operasi yang berlangsung cepat dan terukur itu, tiga orang berinisial DH, AF, dan HD berhasil diamankan di dalam pondok. Petugas juga menemukan seperangkat alat hisap sabu atau bong yang diduga baru saja digunakan.

Tidak lama berselang, seorang pria berinisial SY datang menuju pondok tersebut. Petugas yang telah berada di lokasi langsung mengamankan yang bersangkutan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pendalaman awal diketahui bahwa pondok yang dijadikan lokasi pesta narkoba tersebut merupakan milik SY. Temuan itu menjadi salah satu petunjuk penting dalam pengembangan kasus.

Penggeledahan yang dilakukan dan disaksikan warga setempat menghasilkan penemuan satu paket kecil yang diduga berisi narkotika golongan I jenis sabu-sabu yang dibungkus plastik klip bening.

Selain paket sabu, petugas juga mengamankan tiga buah mancis, tiga sendok sabu dari pipet plastik, empat buah pipet plastik, tiga buah jarum, dan satu set alat hisap sabu yang masih terdapat sisa kristal diduga sabu pada kaca pireknya.

Tidak hanya itu, tiga unit telepon genggam yang diduga berkaitan dengan aktivitas para pelaku juga turut diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyidikan.

Kasat Resnarkoba Polres Pasaman Barat Iptu Andhika menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk keseriusan Polres Pasaman Barat dalam memberantas penyalahgunaan narkotika hingga ke tingkat akar rumput.

Dari hasil pemeriksaan dan tes urine yang dilakukan, keempat pelaku dinyatakan positif mengandung methamphetamine atau sabu-sabu dalam tubuh mereka.

Fakta tersebut semakin memperkuat dugaan keterlibatan para pelaku dalam penyalahgunaan narkotika sebagaimana yang sedang didalami oleh penyidik.

Dalam kasus ini, salah seorang pelaku yang diamankan diketahui merupakan anak mantan pejabat daerah di Kabupaten Pasaman Barat. Namun demikian, hal itu tidak mempengaruhi proses penegakan hukum yang sedang berjalan.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada siapa pun yang terlibat dalam tindak pidana narkotika.

Menurutnya, seluruh proses hukum akan dilakukan secara profesional, transparan, objektif, dan berdasarkan alat bukti yang dimiliki penyidik.

"Siapa pun yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Tidak ada perlakuan istimewa dan tidak ada yang kebal hukum," tegas AKBP Agung Tribawanto.

Saat ini keempat pelaku berikut seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Pasaman Barat guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Berdasarkan fakta yang ditemukan di lokasi dan hasil tes urine para pelaku, penyidik mendalami dugaan pelanggaran Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pasal 112 ayat (1) mengatur tentang kepemilikan, penyimpanan, penguasaan, atau penyediaan narkotika golongan I bukan tanaman dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, serta denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar.

Sementara itu, Pasal 127 ayat (1) huruf a mengatur tentang penyalahguna narkotika golongan I bagi diri sendiri dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun, dengan tetap memperhatikan ketentuan rehabilitasi sesuai hasil asesmen dan proses hukum yang berlaku.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto kembali mengingatkan masyarakat bahwa perang melawan narkoba membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak warga untuk tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkotika demi menyelamatkan generasi muda dan menjaga Pasaman Barat tetap aman dari ancaman barang haram tersebut.

Polres Pasaman Barat di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto terus menunjukkan komitmen dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat melalui pemberantasan narkotika. Penegakan hukum yang profesional dan tidak pandang bulu merupakan wujud nyata kehadiran Polri untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkoba yang dapat merusak masa depan bangsa.


TIM RMO


SUMBAR
| Dalam suasana penuh kedamaian dan refleksi spiritual, Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 BE/2026 kepada seluruh umat Buddha yang merayakannya. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman dan semangat persaudaraan yang terus terjaga di Sumatera Barat, Minggu (31 Mei 2026).

Perayaan Hari Raya Waisak tidak hanya menjadi momentum keagamaan bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan perdamaian dalam kehidupan sehari-hari.

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus terus dirawat dan dijaga bersama. Melalui semangat Waisak, masyarakat diajak untuk semakin menghormati perbedaan dan memperkuat rasa persatuan.

Menurutnya, makna Waisak sangat relevan dengan kehidupan modern saat ini, di mana setiap individu dituntut untuk mampu mengendalikan diri, menjaga sikap, serta menebarkan kebaikan kepada sesama tanpa memandang latar belakang.

Dalam pesan yang disampaikan, Dirlantas Polda Sumbar juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Hari Raya Waisak sebagai momentum menyucikan pikiran, ucapan, dan perbuatan sehingga tercipta lingkungan sosial yang harmonis dan penuh toleransi.

Selain itu, nilai-nilai kebijaksanaan yang terkandung dalam Waisak dinilai memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan bersama.

Sebagai institusi yang bertugas melayani masyarakat, Ditlantas Polda Sumbar terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada keselamatan seluruh pengguna jalan.

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menilai bahwa keselamatan berlalu lintas juga merupakan bagian dari wujud kepedulian terhadap sesama. Menghargai hak pengguna jalan lain merupakan bentuk nyata penerapan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui momentum Hari Raya Waisak, masyarakat diharapkan semakin memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

AKBP Yudho Huntoro turut menyampaikan harapan agar perayaan Waisak tahun ini membawa ketenangan batin, kebahagiaan, serta keberkahan bagi seluruh umat Buddha di Sumatera Barat dan Indonesia pada umumnya.

Pesan yang disampaikan jajaran Ditlantas Polda Sumbar tersebut menjadi cerminan hadirnya Polri sebagai institusi yang menghormati keberagaman sekaligus menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat.

Dengan semangat Hari Raya Waisak 2026, Ditlantas Polda Sumbar berharap nilai kasih sayang, kebijaksanaan, dan kedamaian dapat terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat sehingga tercipta Sumatera Barat yang aman, tertib, damai, dan sejahtera.

Polri hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.


TIM RMO


PASAMAN
BARAT | Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., beserta jajaran Polres Pasaman Barat dan Bhayangkari Cabang Pasaman Barat menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE Tahun 2026 kepada seluruh umat Buddha yang merayakan. Pesan tersebut menjadi wujud penghormatan terhadap keberagaman serta komitmen Polri dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (31 Mei 2026).

Perayaan Waisak merupakan salah satu momen sakral yang mengandung nilai-nilai luhur tentang kedamaian, kasih sayang, kebijaksanaan, dan pengendalian diri. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dalam memperkuat persatuan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

AKBP Agung Tribawanto menyampaikan bahwa keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan anugerah yang harus dijaga bersama. Perbedaan keyakinan, budaya, dan latar belakang hendaknya menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan yang semakin erat.

Menurutnya, semangat Waisak mengajarkan pentingnya menghormati sesama manusia, menjaga sikap saling menghargai, serta mengedepankan nilai kemanusiaan dalam setiap aspek kehidupan.

Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat Pasaman Barat untuk terus memelihara suasana aman, damai, dan kondusif sehingga berbagai aktivitas sosial, ekonomi, maupun keagamaan dapat berjalan dengan baik.

Di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang, Polres Pasaman Barat berkomitmen hadir memberikan rasa aman kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan.

Semangat toleransi yang tumbuh di Kabupaten Pasaman Barat selama ini menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menjaga stabilitas daerah dan memperkuat pembangunan.

AKBP Agung Tribawanto menilai bahwa kehidupan yang harmonis hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat memiliki kesadaran untuk saling menghormati serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

Momentum Hari Raya Waisak juga menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk melakukan refleksi diri, memperkuat kepedulian sosial, dan meningkatkan semangat berbagi kepada sesama.

Polres Pasaman Barat terus mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh umat beragama dalam menjalankan ibadah dan perayaan keagamaan masing-masing.

Melalui semangat Waisak, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa kedamaian dan kerukunan merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa.

AKBP Agung Tribawanto berharap Hari Raya Waisak 2026 membawa kebahagiaan, ketenangan, keberkahan, serta memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat di Kabupaten Pasaman Barat.

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.


TIM RMO

Tag Terpopuler

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.