Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kisah Warga Penghuni Huntara, Buka Warung untuk Dapatkan Penghasilan Tambahan

Kamis, 12 Februari 2026 | Februari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-02-12T07:24:46Z
PADANG, gagakhitam86.id... Tinggal di Hunian Sementara (Huntara) membawa cerita tersendiri bagi warga Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Koto Tangah. Salah satu penghuni, Julita Fitria Nova, membagikan pengalamannya selama menempati fasilitas bantuan tersebut selama beberapa waktu terakhir. 

​Bagi Julita, tinggal di Huntara menghadirkan perasaan yang bercampur aduk, antara rasa syukur karena mendapatkan tempat tinggal layak secara cuma-cuma dan tantangan menghadapi keterbatasan fasilitas harian.

Julita mengaku sangat bersyukur atas bantuan Huntara ini, dengan begitu dia dapat menghemat pengeluaran untuk mengontrak rumah yang cukup membebani ekonomi keluarga.

​"Alhamdulillah bersyukur dapat bantuan macam ini. Kalau tidak, habis untuk kontrak-kontrak rumah Rp500 ribu per bulan. Dengan adanya ini, masih ada keringanan," tuturnya saat ditemui di Huntara, Rabu (11/2/2026). 
Untuk mendapat penghasilan tambahan, Julita membuka warung kecil-kecilan di Huntara. Dia menyulap bagian depan rumah sebagai tempat berjualan kebutuhan harian. 

"Saya buka warung ini supaya tetap ada tambahan-tambahan penghasilan," ujarnya. 

​Saat ini, Julita menempati unit Huntara tersebut bersama lima anggota keluarga lainnya. Mengingat kondisi rumah yang berupa "rumah lepas" atau tanpa sekat kamar permanen, ia harus pintar-pintar mengatur ruang untuk enam orang.

​Dalam wawancara singkatnya, Julita mengungkapkan beberapa persoalan utama yang dihadapi warga. Listrik menjadi kendala yang paling terasa, di mana proses pemulihan aliran listrik memakan waktu yang cukup lama.

​"Kendalanya ada suka dan duka. Kayak listrik, dari kondisi padam sampai hidup itu prosesnya bisa sampai 15 jam," keluh Julita.

​Selain listrik, fasilitas sanitasi juga belum sepenuhnya memadai. Julita menyebutkan bahwa di area toilet belum tersedia peralatan dasar seperti ember dan gayung, yang cukup menyulitkan aktivitas sehari-hari warga. 

"Sekarang sudah lebih baik dengan adanya bantuan dari donatur lain. Kami di sini masih butuh beberapa keperluan yang butuh uluran tangan donatur," harapnya. 

#Taufik/Wiki/Ivan/Rusdi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update