Bak pepatah "Diagak mangko diagieh, dibaliak mangko dibalah", "Saciok bak ayam, sadanciang bak basi"


Slogan dua pepatah Minang di atas mengisyaratkan kebijaksanaan saling berbagi dan bermaaf-maafan. Seiya sekata membangun kebersamaan yang diikatkan ke dalam ukhuwah silaturahmi menjaga tali tak putus di tengah jalan.

Apa yang dipikirkan dari tujuan anak nagari Kubang berhimpun dalam wadah ekosistem di tanah rantau dengan adanya halalbihalal yang diselenggarakan tiap tahun? Tujuan perkumpulan tidak lain tidak bukan adalah menjalin persatuan raso badunsanak yang tak lekang oleh zaman. 

Sebuah tradisi nilai kekeluargaan di perantauan sebentuk tubuh yang terpisah, lalu ikatan perkumpulanlah dapat menyatukan yang berserak. Kultur kekompakan anak nagari Kubang tersebut lahir dari sebuah keluarga besar di ranah, terus sinergi berhimpun di tanah rantau. Halalbihalal IKBK ini akan diselenggarakan pada hari Senin tanggal 6 Juli 2026 bertempat di gedung welasih Cibinong Bogor.

Sejarah berdirinya IKBK sebelumnya berawal dari tiga desa (nagari) di perantauan pada tahun 80 an. Di antaranya desa: (Kubang, Kapujan, Koto Baru) dinamakan IK3B. Seiring waktu IK3B vakum. Akhirnya lahirlah kemudian IKKB (Kubang, Koto Baru) yang Ketuanya Mawardi Labay. IKKB ini cukup lama berjalan beberapa tahun, sehingga IKKB pun terjadi kevakuman. 

Pada tahun 1987 tepatnya di Depok di rumah Nelson anak desa Kubang di perantauan berembuk untuk mendirikan persatuan anak nagari Kubang yang pada akhirnya diberi nama IKBK para inisiasi founder sekaligus penggagas IKBK di antaranya adalah: Marlis Boy, Syafrizal Dt Rangkayo Basa, Muslim Kuja, Nelson, Herman Titas, Sarni Burhanudin, Alfian Yusuf (Alviand Deswaldy), Mardalis, Indrayadi Bustami, Faizul, Jasril, Zulkifli, Epen mamak, Hendrik Nenuk, Jasril, Kaswadi, Yulwarman, Kasmadi, Syahril, Ulil dll. Pada rapat perdana waktu itu ditunjuk ketua umum IKBK Marlis Boy Wakli Muslim kuja. Karena kendala kesibukan uwan Marlis Boy di pemerintahan sebagai staf khusus Menkopolhukam. Maka tugas ketua umum diberikan ke wakil ketua Muslim Kuja, hingga IKBK mencapai puncak kejayaannya cukup lama dengan visi misi sosial membantu alek baik baimbauan, alek buruk baambauan. IKBK periode pertama pun terjadi kevakuman yang cukup lama juga, kegiatan IKBK sempat terhenti. 

Pada akhirnya lahirlah generasi IKBK SOLIDARITAS yang para Founding Founder IKBK Solidaritas Perantauan di antaranya adalah Syafrizal Dt Rky Basa, Marlis Boy, Alfi Jafril, H Yulwarman, almarhum Hendri Nenuk, Syafrudin, Faizul, Kasmadi, Kaswadi, Salman, Bambang, orang tua kita Nurhasni mama dari Alfi Mira Jafril Hasan, Zulkifli, Buyung Asmar, Anshor, Doni Satria, Iwan Serang, Ronald, Siid, Bogel, Ulil, Syahril, Risnoto, Pila, Indon, Hermayenti, Inel, Nova, Isil, Eda, Era, Inis, Ida Persakih, H Titas, idos, Ides, dll.

Pada tahun 2017 para tokoh senior di atas kembali bersepakat untuk menghidupkan IKBK dengan mengadakan acara halalbihalal di Taman Buah Mekar Sari Cileungsi yang hadir anak Nagari Kubang dengan memakai tiket masuk 635 tiket terjual. Pada saat itu dipilih Ketua umum yang baru Faizul Sekjen Bambang dan Bendahara  Inel Surin, maka lahirlah kepengurusan IKBK SOLIDARITAS Perantauan dua periode.

Kepengurusan selanjutnya Kemudian dilanjutkan oleh H Yulwarman sebagai ketua umum satu periode hingga jabatan H Yulwarman masa baktinya sebagai ketua umum berakhir dan ditarik ke dewan penasihat. Kemudian dilanjutkan periode berikutnya acara halalbihalal TMII terpilih Yodi Wardani sebagai ketua umum, wakil ketua Salman. Akhirnya Yodi pun mengundurkan diri sebagai ketua umum karena sudah berada di kampung, secara de facto wakil ketua melanjutkan kepengurusan hingga berakhir 2026.

Adapun saksi yang masih hidup para pegiat IKBK dari awal hingga kini secara keseluruhan adalah anak nagari Kubang di perantauan yang bernaung di bawah komunitas IKBK SOLIDARITAS. Tidak mengurangi rasa hormat serta takzim dari penulis dalam catatan di atas. Jika ada kekurangan dalam banyak hal, mohon maaf sebesar-besarnya. Berharap estafet generasi emas saat ini masih militan membina IKBK SOLIDARITAS hendaknya. 

Sekaligus ajang silaturahmi halalbihalal IKBK nanti dengan secara de facto demokrasi memilih ketua umum yang baru lewat voting dipilih di forum terbuka. Siapa yang terpilih dari para kandidat yang diusulkan panitia acara ke publik diketahui oleh dewan pembina serta penasihat dan anggota pada umumnya untuk estafet ketua umum yang baru dengan jajaran pengurus masa bakti 2026-2028. Diharapkan kepada pengurus baru ini dapat sinergi dan IKBK SOLIDARITAS solid membawa visi misi perkumpulan anak rantau nagari Kubang lebih baik lagi ke depannya.

IKBK SOLIDARITAS sesungguhnya ada di hati setiap anggota IKBK di tanah rantau. Misi besarnya adalah menuju berdirinya fisik kantor sekretariat penghubung anak rantau dan nagari dalam obsesi bersama. Begitu juga visinya IKBK dapat terus mempererat tali silaturahmi, tolong-menolong bersifat sosial, berkabar informasi rantau dan nagari. 

Momen halalbihalal IKBK ini dapat terlaksana tiap tahun, berkat kerja sama sosial anak nagari dan perantauan yang militan, sebagai donatur tidak mengikat serta sponsor mengikuti bagi anak nagari yang punya kemampuan lebih bersumbangsih.

Sebuah keberhasilan dari hajatan halalbihalal IKBK ini tak terlepas berkat kekompakan tim bundo kanduang IKBK SOLIDARITAS.

-sakabek bak siriah, sarumpun bak sarai-,

-barek samo kito pikuah, ringan samp kito jinjiang-

Tidak akan patah tangga rumah gadang di tanah rantau, sebab tuah tangga rumah gadang di kampung halaman tak putus mengirimkan doa-doa. Motto IKBK: "dari awal untuk awak, basamo makonyo jadi" maka jadilah ia bersinergi menguatkan solidaritas untuk generasi ke regenerasi.


Pesing, 3 Juli 2026

Oleh,Romy Sastra.

Posting Komentar

Tag Terpopuler

[facebook]

Author Name


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.