PESISIR SELATAN, 6 September 2026 – Keberhasilan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Batang Kapas meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional pada tahun 2025 tidak hanya menjadi kebanggaan tersendiri, namun juga menjadi cahaya yang menyebarkan semangat pelestarian lingkungan ke wilayah lain di Sumatera Barat. Dipimpin oleh Kepala Sekolah yang berdedikasi, Betta Centaury, M.Pd., sekolah ini telah melaksanakan program pembinaan dan pendampingan intensif bagi tiga satuan pendidikan di Kabupaten Pesisir Selatan guna tumbuh bersama menjadi sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
Program pengimbasan dan pembinaan ini berlangsung selama tiga bulan terakhir secara bertahap dan terencana. Tiga sekolah penerima manfaat adalah SMAN 2 Bayang, SMAN 1 Ranah Pesisir, serta SMAN 2 Ranah Pesisir. Selama masa pembinaan, tim dari SMAN 1 Batang Kapas berbagi pengetahuan, pengalaman, serta strategi praktis mulai dari perencanaan, pembentukan karakter warga sekolah, hingga pengelolaan lingkungan sekolah yang sehat, asri, dan berkelanjutan sesuai standar Adiwiyata.
Kepala Sekolah SMAN 1 Batang Kapas, Betta Centaury, M.Pd., menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus wujud nyata dari semangat Adiwiyata untuk saling menguatkan. “Memperoleh penghargaan Adiwiyata Nasional adalah amanah besar. Kami merasa wajib untuk mengimbaskan apa yang telah kami pelajari dan bangun bersama kepada sekolah-sekolah lain. Tujuannya sederhana: agar semakin banyak sekolah di Sumatera Barat yang nyaman, hijau, dan menanamkan kecintaan terhadap alam sejak dini kepada peserta didiknya,” ujarnya.
Puncak dari rangkaian kegiatan tersebut baru saja terlaksana pada minggu lalu, di mana Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat melakukan kunjungan lapangan secara langsung ke ketiga sekolah binaan tersebut. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat perkembangan nyata, kesiapan infrastruktur, serta penerapan nilai-nilai lingkungan yang telah dipraktekkan setelah mendapatkan bimbingan intensif dari SMAN 1 Batang Kapas.
Antusiasme terlihat dari kesiapan seluruh pihak di ketiga sekolah tersebut dalam menerima tim peninjau. Program ini dinilai sangat positif karena menciptakan jejaring kerja sama yang erat antar-sekolah, membangun budaya berbagi, serta mempercepat penyebaran sekolah-sekolah berwawasan lingkungan di wilayah Pesisir Selatan dan sekitarnya.
Diharapkan ke depannya, kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut dan meluas, sehingga keberhasilan SMAN 1 Batang Kapas menjadi pemicu lahirnya lebih banyak sekolah Adiwiyata lainnya di seluruh Provinsi Sumatera Barat demi terciptanya lingkungan pendidikan yang berkualitas dan lestari.
Rusdi Chandra

Posting Komentar