Gunung Talang, 11 Juni 2026 — SMK Negeri 1 Gunung Talang menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertajuk “Pembuatan Modul Ajar Terintegrasi Kebencanaan” yang berlangsung di ruang serbaguna sekolah, pada hari Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis sekolah dalam meningkatkan kompetensi pendidik sekaligus menyesuaikan materi ajar dengan kondisi wilayah yang memiliki potensi risiko bencana alam.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Sekolah SMKN 1 Gunung Talang, Ibu Sri Lestari, S.Pt, M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pengembangan modul ajar yang relevan sangat penting agar siswa tidak hanya menguasai teori pelajaran, tetapi juga memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. “Sebagai sekolah yang berada di wilayah Sumatera Barat, kita memiliki tanggung jawab untuk membekali siswa dengan keterampilan dan pengetahuan kebencanaan yang terpadu dalam setiap mata pelajaran, sehingga ilmu yang didapatkan benar-benar bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Secara resmi, kegiatan ini juga dibuka oleh perwakilan dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Solok Raya, yaitu Ibu Noviana Ida Ningrum, S.Pd, M.Si selaku Kepala Seksi Pendidikan Menengah Atas. Beliau memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif SMKN 1 Gunung Talang yang menjadi salah satu pelopor dalam mengintegrasikan materi kebencanaan ke dalam proses pembelajaran. “Upaya ini sejalan dengan program pemerintah untuk membangun budaya sadar bencana sejak dini, dimulai dari lingkungan pendidikan,” tegasnya.
Dalam pelatihan ini, hadir narasumber yang berkompeten, yaitu Ibu Yetti Maiharni, S.Pd, M.Pd.T. Beliau membimbing seluruh guru yang hadir untuk menyusun modul ajar yang sistematis, mudah dipahami, serta memadukan materi pokok pelajaran dengan pengetahuan tentang pencegahan, penanganan, dan tanggap darurat bencana. Sesi penyampaian materi berlangsung interaktif, di mana peserta diajak berdiskusi, bertukar pengalaman, serta langsung mempraktikkan penyusunan draf modul ajar yang sesuai dengan mata pelajaran masing-masing.
Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat antusias. Para guru terlibat aktif dalam setiap sesi, mencatat poin-poin penting, dan berdiskusi untuk menemukan cara terbaik menyisipkan materi kebencanaan tanpa mengurangi kedalaman materi inti pelajaran. Diharapkan, hasil dari pelatihan ini dapat segera diterapkan di kelas, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih bermakna dan membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dan siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
Kegiatan In House Training ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan. Pihak sekolah berkomitmen untuk terus mengembangkan kualitas pembelajaran dan mengadakan pelatihan serupa secara berkala, demi mencetak generasi yang kompeten, tangguh, dan peduli terhadap keselamatan diri maupun lingkungan.
Rusdi Chandra

Posting Komentar