PASAMAN — Komitmen Kepolisian Resor (Polres) Pasaman dalam mendukung program ketahanan pangan terus diperkuat melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat. Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman AKBP Adiwara Permana Anggawisastra, S.I.K., jajaran Bhabinkamtibmas didorong tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga ikut berperan dalam mendampingi masyarakat mengembangkan potensi pangan di lingkungan masing-masing.
Hal tersebut tergambar dalam kegiatan Bhabinkamtibmas yang turun langsung ke tengah masyarakat untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan terkait ketahanan pangan, sebagaimana dokumentasi kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 6 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas tampak menyambangi lingkungan permukiman warga dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan lahan yang tersedia agar dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan pangan keluarga.
Program ketahanan pangan dinilai memiliki arti penting, bukan hanya dalam mendukung ketersediaan bahan pangan, tetapi juga dalam memperkuat kemandirian masyarakat. Karena itu, keberadaan Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi penghubung antara program pemerintah, kepolisian, serta berbagai potensi yang dimiliki masyarakat di tingkat nagari.
Kapolres Pasaman AKBP Adiwara Permana Anggawisastra menempatkan peran personel di lapangan sebagai salah satu bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Sejak dipercaya memimpin Polres Pasaman pada akhir Juli 2026, AKBP Adiwara membawa perhatian pada penguatan sinergi antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat.
Bhabinkamtibmas Jadi Ujung Tombak Kedekatan Polri dengan Masyarakat
Bhabinkamtibmas memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat di wilayah binaannya. Kehadiran mereka bukan sekadar dalam konteks pemeliharaan Kamtibmas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kepolisian memahami persoalan sosial dan ekonomi yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam konteks ketahanan pangan, Bhabinkamtibmas dapat memberikan motivasi kepada warga untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia, baik untuk tanaman pangan, hortikultura maupun kegiatan produktif lainnya sesuai potensi wilayah.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan dari tingkat paling bawah, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga mampu mengambil peran secara langsung.
Kegiatan sosialisasi seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas juga menjadi ruang komunikasi untuk mendengarkan berbagai kebutuhan dan kendala masyarakat. Dengan komunikasi yang intensif, berbagai persoalan di lingkungan warga diharapkan dapat diketahui lebih cepat dan dicarikan solusi bersama melalui koordinasi dengan pihak terkait.
Dorong Masyarakat Tidak Bergantung pada Pasokan dari Luar
Ketahanan pangan pada dasarnya tidak hanya berbicara mengenai produksi dalam jumlah besar. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana keluarga dan masyarakat memiliki kemampuan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangannya secara mandiri.
Pemanfaatan pekarangan rumah, lahan kosong maupun lahan produktif yang tersedia dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mendukung tujuan tersebut.
Bagi masyarakat di wilayah pedesaan dan nagari, potensi tersebut tentu menjadi modal penting. Berbagai tanaman kebutuhan sehari-hari dapat dikembangkan sesuai kondisi lahan dan kemampuan masyarakat.
Karena itu, pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas diharapkan mampu memberikan semangat kepada masyarakat agar potensi yang ada tidak dibiarkan begitu saja.
Polri melalui jajaran kewilayahan juga dapat berperan dalam membangun kesadaran bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, pemerintah nagari, kelompok tani, tokoh masyarakat dan masyarakat secara keseluruhan memiliki peran masing-masing dalam mewujudkannya.
AKBP Adiwara: Polisi Harus Hadir di Tengah Masyarakat
Kepemimpinan AKBP Adiwara Permana Anggawisastra di Polres Pasaman juga ditandai dengan dorongan agar komunikasi antara kepolisian dan masyarakat terus diperkuat.
Dalam sejumlah kesempatan sebelumnya, Kapolres Pasaman menekankan pentingnya sinergi dengan masyarakat dan insan pers untuk menciptakan situasi yang kondusif. Ia juga menyampaikan bahwa kondisi sosial masyarakat Pasaman yang relatif kondusif perlu terus dijaga bersama dengan melibatkan berbagai pranata sosial yang ada.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena persoalan Kamtibmas tidak dapat diselesaikan hanya melalui tindakan kepolisian. Pencegahan jauh lebih efektif apabila masyarakat memiliki kepedulian dan ikut terlibat dalam menjaga lingkungannya.
Begitu pula dengan persoalan ketahanan pangan. Polri dapat menjadi salah satu penggerak dan pendamping, sementara masyarakat menjadi aktor utama dalam memanfaatkan potensi yang ada.
Ketahanan Pangan Sekaligus Memperkuat Ekonomi Keluarga
Penguatan ketahanan pangan di tingkat masyarakat juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian keluarga.
Jika masyarakat mampu menghasilkan sebagian kebutuhan pangan secara mandiri, maka pengeluaran rumah tangga dapat ditekan. Bahkan, apabila produksi dilakukan secara berkelanjutan dan menghasilkan surplus, hasil tersebut dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif.
Untuk itu, kegiatan Bhabinkamtibmas tidak berhenti pada sosialisasi semata. Pendampingan dan komunikasi secara berkelanjutan menjadi bagian penting agar masyarakat benar-benar mendapatkan manfaat dari program tersebut.
Kehadiran personel Polri di tengah masyarakat juga dapat membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah nagari dan kelompok masyarakat yang memiliki perhatian terhadap sektor pertanian dan pangan.
Bangun Sinergi dari Tingkat Nagari
Polres Pasaman di bawah kepemimpinan AKBP Adiwara Permana Anggawisastra memiliki ruang yang besar untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah hingga pemerintahan nagari.
Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada pemetaan potensi lahan, pendampingan masyarakat, peningkatan kesadaran mengenai pemanfaatan lahan serta penguatan keamanan di lingkungan masyarakat.
Bhabinkamtibmas sebagai personel yang paling dekat dengan warga diharapkan dapat menjadi mata dan telinga pimpinan dalam melihat perkembangan masyarakat. Setiap potensi maupun persoalan yang muncul di wilayah binaan dapat dikomunikasikan secara cepat sehingga langkah penanganan maupun pendampingan dapat dilakukan secara tepat.
Dengan demikian, keberadaan Bhabinkamtibmas tidak hanya dirasakan ketika terjadi persoalan hukum atau gangguan Kamtibmas, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan pendampingan dan dukungan dalam kegiatan yang bersifat produktif.
Polri Hadir Bukan Hanya Saat Ada Masalah
Kegiatan sosialisasi ketahanan pangan tersebut sekaligus memperlihatkan wajah pelayanan Polri yang lebih dekat dengan masyarakat.
Polisi tidak harus selalu hadir ketika terjadi gangguan keamanan. Kehadiran personel di tengah aktivitas masyarakat, berdialog dengan warga, memberikan motivasi serta ikut mendorong kegiatan produktif merupakan bagian dari membangun kepercayaan publik.
Bagi Kapolres Pasaman AKBP Adiwara Permana Anggawisastra, penguatan hubungan antara Polri dan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan wilayah yang aman dan kondusif.
Ketika masyarakat merasa diperhatikan dan memiliki ruang komunikasi dengan kepolisian, berbagai persoalan sosial dapat lebih cepat diketahui. Pada saat yang sama, masyarakat juga dapat berperan aktif membantu kepolisian menjaga keamanan lingkungan.
Menuju Masyarakat Pasaman yang Mandiri dan Produktif
Upaya mendorong ketahanan pangan di tingkat masyarakat pada akhirnya bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan pangan. Lebih jauh, program tersebut dapat menjadi bagian dari membangun masyarakat yang mandiri, produktif dan memiliki daya tahan menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Polres Pasaman berharap semangat tersebut dapat terus tumbuh di berbagai wilayah. Bhabinkamtibmas diharapkan konsisten melakukan komunikasi, pendampingan serta memberikan edukasi kepada masyarakat sesuai kebutuhan di wilayah binaannya.
Melalui sinergi antara Polri, pemerintah daerah, pemerintah nagari dan masyarakat, berbagai potensi yang ada di Kabupaten Pasaman dapat dioptimalkan.
Kapolres Pasaman AKBP Adiwara Permana Anggawisastra pun terus mendorong jajaran agar menjalankan tugas secara humanis, responsif dan dekat dengan masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Polri yang tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, mandiri dan sejahtera.
Kegiatan Bhabinkamtibmas dalam mensosialisasikan ketahanan pangan akhirnya menjadi gambaran bahwa menjaga keamanan dan membangun kesejahteraan masyarakat merupakan dua hal yang dapat berjalan beriringan.
Dari nagari, dari pekarangan dan dari lingkungan masyarakat, ketahanan pangan dibangun. Dari kedekatan dan komunikasi, Kamtibmas diperkuat. Dan dari sinergi seluruh elemen masyarakat, Pasaman yang aman, mandiri serta produktif dapat terus diwujudkan.
Catatan: naskah ini disusun berdasarkan informasi yang tampak pada foto, termasuk tanggal dokumentasi 6 September 2026. Nama Kapolres ditulis mengikuti nama yang Anda berikan: AKBP Adiwara Permana Anggawisastra. Pemberitaan terbaru juga mengonfirmasi beliau sebagai Kapolres Pasaman sejak pergantian kepemimpinan pada akhir Juli 2026.
Tim/Red

Posting Komentar