Latest Post


Padang
, INFO_PAS— Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Padang melaksanakan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Padang, Susi Andriany Pohan, bertempat di Gedung Utama Lapas Perempuan Padang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pejabat struktural, pegawai, serta anak magang.

Dalam arahannya, Kalapas menekankan pentingnya disiplin dan integritas bagi seluruh jajaran dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Disiplin menjadi landasan dalam menciptakan kinerja yang tertib dan profesional, sementara integritas diperlukan agar setiap pegawai senantiasa bekerja dengan penuh tanggung jawab, jujur, serta berpedoman pada ketentuan yang berlaku.

Selain penyampaian arahan, apel pagi juga diisi dengan kegiatan pembagian masker dan vitamin kepada seluruh pegawai sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan jajaran di tengah fenomena asap yang melanda wilayah sekitar. Pemberian masker diharapkan dapat membantu melindungi pegawai dari paparan asap, sementara vitamin menjadi salah satu upaya untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap prima dalam melaksanakan aktivitas dan tugas sehari-hari.

Upaya menjaga kesehatan dan memberikan perlindungan dari dampak fenomena asap tersebut juga telah dilakukan sebelumnya. Sehari sebelum pelaksanaan apel pagi, Lapas Perempuan Kelas IIB Padang telah membagikan masker kepada seluruh pegawai dan warga binaan. Langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian jajaran Lapas Perempuan Padang terhadap kesehatan dan keselamatan seluruh penghuni serta petugas di lingkungan Lapas, sekaligus sebagai upaya preventif untuk meminimalkan paparan asap.

Kegiatan apel pagi berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Lapas Perempuan Kelas IIB Padang semakin meningkatkan kedisiplinan, menjaga integritas, serta tetap memperhatikan kesehatan sehingga dapat memberikan pelayanan dan melaksanakan tugas pemasyarakatan secara optimal.

Dengan disiplin yang kuat, integritas yang kokoh, dan kesehatan yang terjaga, jajaran Lapas Perempuan Kelas IIB Padang siap memberikan kinerja terbaik dalam mewujudkan pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas.


Tim/Red


PADANG
,INFO_PAS — Semangat untuk terus bertumbuh dan menjadi pribadi yang lebih baik diwujudkan melalui Projek Kepemimpinan “Sahabat Bertumbuh” yang dilaksanakan oleh mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Padang (UNP) Jurusan Bimbingan dan Konseling di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Padang.

Mengusung moto “Melangkah maju bersama, hidup bermutu dengan karya”, kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Pembinaan Bundo Kanduang Lapas Perempuan Padang dan diikuti oleh 20 orang warga binaan.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi keilmuan Bimbingan dan Konseling sekaligus upaya memberikan ruang bagi warga binaan untuk mendapatkan motivasi, penguatan diri, serta dorongan untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki. Kehadiran program “Sahabat Bertumbuh” diharapkan dapat menjadi wadah yang positif bagi warga binaan dalam membangun kepercayaan diri dan mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Padang.  Dalam kesempatan tersebut, kegiatan “Sahabat Bertumbuh” mendapat apresiasi sebagai bentuk kolaborasi positif antara lingkungan akademik dan lembaga pemasyarakatan dalam mendukung proses pembinaan warga binaan.

Melalui kegiatan ini, warga binaan diajak untuk memandang masa pembinaan sebagai bagian dari proses perjalanan untuk melakukan perubahan dan pengembangan diri. Setiap individu memiliki kesempatan untuk belajar, bertumbuh, berkarya, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Projek “Sahabat Bertumbuh” juga menjadi momentum untuk menanamkan semangat bahwa perubahan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dengan kemauan untuk melangkah, dukungan dari lingkungan sekitar, serta keberanian untuk mengembangkan potensi diri, setiap orang dapat menciptakan harapan baru.

Dengan semangat “Melangkah maju bersama, hidup bermutu dengan karya”, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi warga binaan serta menjadi bagian dari proses pembinaan yang mendorong mereka untuk terus bertumbuh, berkarya, dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.


Tim/Rc


PADANG
– Kepolisian Daerah Sumatera Barat kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dipimpin oleh Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr., bersama jajaran Polisi Wanita Polda Sumbar, kegiatan pembagian masker dilaksanakan di sejumlah titik di Kota Padang, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut menyasar pengguna jalan dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Simpang Ujung Gurun, Simpang Jamria, dan Simpang Alai, Kota Padang.

Pembagian masker merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat sekaligus imbauan agar warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang kurang baik.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pelayanan humanis Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat. Melalui pembagian masker ini, kami mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan, terutama saat beraktivitas di luar rumah,” ujar Susmelawati.

Menurutnya, kegiatan sosial tersebut juga mencerminkan semangat Polri Presisi yang mengedepankan pelayanan humanis serta memperkuat kedekatan antara kepolisian dan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat memberikan manfaat sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Kehadiran polisi harus dapat dirasakan secara langsung, termasuk melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Pakor Polwan Polda Sumbar Kompol Arisnawati bersama sejumlah personel Polwan. Para personel membagikan masker kepada pengendara dan masyarakat di lokasi kegiatan.

Polda Sumbar juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, menggunakan masker apabila diperlukan, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara dinilai kurang sehat.

Melalui kegiatan ini, Polda Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui berbagai aksi sosial yang secara langsung menjawab kebutuhan masyarakat.


(Berry)


DHARMASRAYA
— Upaya kepolisian dalam mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukum Polsek Sungai Rumbai, Polres Dharmasraya, kembali membuahkan hasil. Tim Opsnal Reskrim Polsek Sungai Rumbai berhasil mengamankan seorang pria bernama Mulyadi, yang diduga terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor.

Penangkapan terhadap Mulyadi dilakukan pada 5 September 2026, setelah jajaran Polsek Sungai Rumbai melakukan serangkaian penyelidikan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kasus kehilangan sepeda motor.

Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyaso Wardoyo Putro, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Sungai Rumbai AKP Sutrisman, S.H., membenarkan adanya penangkapan tersebut.

Menurut keterangan kepolisian, pengungkapan kasus berawal dari laporan masyarakat mengenai hilangnya satu unit sepeda motor di kawasan Pasar Modern Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya.

Peristiwa pencurian tersebut diketahui terjadi pada 31 Juli 2026 sekitar pukul 08.10 WIB. Saat itu, sepeda motor jenis Honda Vario milik korban diparkir di area parkir Pasar Modern Sungai Rumbai ketika korban meninggalkan kendaraannya untuk berbelanja.

Namun, setelah korban selesai berbelanja, sepeda motor yang sebelumnya diparkir di lokasi tersebut sudah tidak berada di tempat.

Kehilangan kendaraan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Korban diperkirakan mengalami kerugian materiel sekitar Rp6 juta.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Reskrim Polsek Sungai Rumbai melakukan penyelidikan secara bertahap dengan mengumpulkan keterangan dari korban maupun sejumlah pihak, serta menelusuri informasi yang berkaitan dengan keberadaan sepeda motor yang dilaporkan hilang.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, polisi akhirnya memperoleh informasi yang mengarah kepada seorang pria yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut.

Petugas kemudian melakukan tindakan kepolisian hingga berhasil mengamankan Mulyadi pada 5 September 2026.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi juga berhasil mengamankan satu unit sepeda motor yang diduga berkaitan dengan tindak pidana pencurian sebagai barang bukti.

Diduga Terlibat di Empat TKP

Kasus tersebut kemudian berkembang setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Mulyadi diduga tidak hanya berkaitan dengan satu peristiwa pencurian. Penyidik menduga yang bersangkutan terlibat dalam empat tempat kejadian perkara (TKP) pencurian sepeda motor yang berbeda.

Informasi tersebut masih terus didalami oleh penyidik guna memastikan peran terduga pelaku pada masing-masing kejadian.

Kepolisian juga masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya TKP lain, pelaku lain maupun pihak yang diduga berperan sebagai penadah dari kendaraan hasil tindak pidana.

Langkah pengembangan tersebut dinilai penting untuk membongkar jaringan pencurian kendaraan bermotor secara lebih menyeluruh, sehingga tidak berhenti pada satu orang yang telah diamankan.

Kapolsek Sungai Rumbai AKP Sutrisman, S.H., menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut. Penyidik akan mencocokkan keterangan yang diperoleh dengan barang bukti serta informasi dari sejumlah TKP yang diduga memiliki keterkaitan.

Kapolres Dharmasraya Tegaskan Komitmen Berantas Curanmor

Pengungkapan perkara ini menjadi bagian dari upaya jajaran Polres Dharmasraya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya terhadap tindak pidana pencurian kendaraan bermotor yang dapat merugikan masyarakat.

AKBP Kartyana Widyaso Wardoyo Putro, S.I.K., M.H., melalui jajaran Polsek Sungai Rumbai, menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan dan penyidikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika memarkir kendaraan, terutama di tempat-tempat yang ramai maupun lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Masyarakat diminta memastikan kendaraan telah dikunci dengan baik serta tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan yang dapat menarik perhatian pelaku kejahatan.

Selain itu, apabila masyarakat mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan pencurian kendaraan bermotor, masyarakat diharapkan segera memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

Mulyadi Diproses Sesuai Hukum

Saat ini Mulyadi telah diamankan di Mapolsek Sungai Rumbai untuk menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.

Dalam perkara tersebut, tersangka disangkakan melanggar Pasal 476 KUHP tentang tindak pidana pencurian.

Kendati demikian, proses hukum terhadap Mulyadi masih berjalan. Status dan keterlibatan yang bersangkutan dalam setiap perkara akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan serta alat bukti yang berhasil dikumpulkan penyidik.

Kepolisian juga masih membuka kemungkinan adanya pengembangan perkara, termasuk menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain maupun kemungkinan adanya kendaraan lain yang berasal dari tindak pidana.

Dengan pengungkapan tersebut, Polsek Sungai Rumbai menunjukkan keseriusannya dalam menindaklanjuti laporan masyarakat sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap perkara pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukumnya.

Catatan: seluruh pihak tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Proses hukum terhadap tersangka akan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Tim/Red





PASAMAN
— Kepolisian Resor Pasaman terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan yang memiliki manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui peran Bhabinkamtibmas yang aktif menyambangi warga sekaligus memberikan edukasi tentang pemanfaatan lahan kosong agar menjadi lahan produktif.

Kegiatan tersebut terlihat dalam dokumentasi Bhabinkamtibmas pada Senin, 7 September 2026, saat personel kepolisian turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyosialisasikan pentingnya pemanfaatan lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran mengenai ketahanan pangan dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga.

Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman AKBP Adirawa Permana Anggawisastra, S.I.K., jajaran Polres Pasaman diharapkan terus mengedepankan pendekatan yang humanis dan hadir di tengah masyarakat, termasuk melalui kegiatan Bhabinkamtibmas. AKBP Adirawa sendiri tercatat sebagai Kapolres Pasaman yang baru melanjutkan estafet kepemimpinan di Polres Pasaman pada 2026. 

Lahan Kosong Jangan Dibiarkan Terbengkalai

Dalam kegiatan sambang tersebut, Bhabinkamtibmas mengajak masyarakat untuk melihat lahan kosong dari sisi yang lebih produktif.

Lahan yang selama ini dibiarkan begitu saja sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, terutama budidaya tanaman pangan dan hortikultura. Masyarakat dapat menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi tanah, luas lahan, ketersediaan air serta kebutuhan keluarga.

Pemanfaatan lahan tidak harus dimulai dengan skala besar. Pekarangan rumah sekalipun dapat dimanfaatkan untuk menanam cabai, tomat, terong, sayuran, tanaman obat keluarga maupun berbagai komoditas lainnya.

Jika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, pemanfaatan lahan tersebut berpotensi memberikan manfaat ekonomi sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Kapolres Pasaman Tekankan Kehadiran Polisi Harus Memberi Manfaat

Kehadiran AKBP Adirawa Permana Anggawisastra, S.I.K. sebagai Kapolres Pasaman membawa harapan agar jajaran kepolisian semakin dekat dengan masyarakat.

Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian di tingkat nagari memiliki posisi penting dalam menyampaikan berbagai program dan imbauan secara langsung kepada masyarakat.

Tidak hanya menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas, personel juga dapat menjadi penghubung antara masyarakat dengan berbagai program pemberdayaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan.

Pendekatan semacam ini memperlihatkan bahwa menjaga keamanan tidak semata-mata dilakukan melalui tindakan penegakan hukum. Membangun komunikasi, mendengar persoalan warga, memberikan edukasi serta mendorong kegiatan positif juga menjadi bagian penting dari pelayanan kepolisian.

Ketahanan Pangan Dimulai dari Lingkungan Sendiri

Pemanfaatan lahan kosong juga memiliki kaitan erat dengan upaya memperkuat ketahanan pangan.

Masyarakat tidak harus selalu bergantung sepenuhnya kepada hasil produksi dari luar wilayah apabila sebagian kebutuhan dapat dipenuhi secara mandiri melalui pemanfaatan pekarangan.

Gerakan menanam juga dapat menjadi kegiatan bersama di lingkungan masyarakat. Jika setiap rumah mampu memanfaatkan sebagian lahannya untuk menghasilkan kebutuhan pangan, maka akan tercipta budaya produktif yang memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Selain itu, lahan yang sebelumnya terlihat kosong dan tidak terawat dapat berubah menjadi lingkungan yang lebih hijau, tertata dan memiliki nilai manfaat.

Bhabinkamtibmas dalam hal ini memiliki peran penting untuk terus memberikan motivasi kepada warga agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi dapat dilanjutkan dengan aksi nyata.

Polri Hadir Lewat Pendekatan Humanis

Kegiatan sambang seperti yang dilakukan pada 7 September 2026 juga menjadi sarana mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat.

Dalam suasana yang lebih santai dan kekeluargaan, masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Sebaliknya, petugas dapat memberikan imbauan serta informasi yang dibutuhkan warga.

Pola komunikasi langsung seperti ini penting untuk menciptakan rasa saling percaya.

Bagi masyarakat, kehadiran Bhabinkamtibmas bukan hanya ketika terjadi persoalan hukum atau gangguan keamanan. Polisi juga diharapkan dapat hadir dalam kegiatan sosial, pemberdayaan, ketahanan pangan dan berbagai kegiatan positif lainnya.

Semangat tersebut sejalan dengan citra Polri yang profesional, humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dari Lahan Kosong Menjadi Lahan Bernilai

Pemanfaatan lahan kosong pada akhirnya bukan hanya berbicara mengenai tanaman.

Lebih jauh, kegiatan tersebut menyangkut bagaimana masyarakat dapat membangun kemandirian, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan menciptakan aktivitas yang menghasilkan.

Bagi keluarga, hasil tanaman dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Apabila produksinya berlebih, bukan tidak mungkin dapat dikembangkan menjadi usaha kecil dengan nilai ekonomi.

Karena itu, edukasi mengenai pemanfaatan lahan perlu terus dilakukan secara konsisten.

Peran Bhabinkamtibmas sangat diperlukan untuk menjaga komunikasi dengan warga sekaligus memantau perkembangan kegiatan di lapangan.

AKBP Adirawa: Sinergi Polisi dan Masyarakat Jadi Kekuatan

Kepemimpinan Kapolres Pasaman AKBP Adirawa Permana Anggawisastra, S.I.K. diharapkan semakin memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, pemerintah nagari dan masyarakat dalam menjalankan berbagai program yang menyentuh langsung kepentingan warga.

Sebelumnya, dalam sejumlah pemberitaan mengenai kepemimpinannya di Polres Pasaman, AKBP Adirawa juga menekankan pentingnya profesionalisme serta pelayanan kepolisian kepada masyarakat. 

Dengan dukungan seluruh unsur tersebut, kegiatan pemanfaatan lahan kosong dapat dikembangkan menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat lebih luas.

Tidak hanya menghasilkan tanaman pangan, tetapi juga membangun semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat.

Polisi Tidak Hanya Menjaga Kamtibmas

Apa yang dilakukan Bhabinkamtibmas tersebut menjadi gambaran bahwa tugas kepolisian di tengah masyarakat memiliki cakupan yang luas.

Polisi tetap menjalankan tugas utama menjaga keamanan dan ketertiban, namun pada saat yang sama dapat mengambil bagian dalam mendorong masyarakat melakukan kegiatan produktif.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di rumah-rumah warga menjadi salah satu bentuk nyata pendekatan tersebut.

Masyarakat diharapkan tidak ragu berkomunikasi dengan petugas apabila memiliki persoalan di lingkungan maupun membutuhkan informasi terkait berbagai program yang dapat dikembangkan bersama.

Pada akhirnya, lahan kosong tidak harus menjadi lahan terbengkalai. Dengan kemauan, pendampingan dan kerja sama, lahan tersebut dapat diubah menjadi sumber pangan, ruang produktif sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat.

Di bawah kepemimpinan AKBP Adirawa Permana Anggawisastra, S.I.K., semangat kedekatan Polri dengan masyarakat diharapkan terus diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan yang tidak hanya menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat Pasaman.

Dari lahan kosong, masyarakat bisa menanam. Dari tanaman, lahir pangan. Dari pangan, tumbuh kemandirian. Dan dari sinergi polisi bersama masyarakat, tercipta lingkungan yang aman, produktif serta semakin sejahtera.

Tim/Red

 


PADANG
– Semangat dan kreativitas warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) di wilayah Padang kini mendapat apresiasi luas. Di bawah kepemimpinan Kepala Rutan, Susi Andriani Pohan, beragam produk unggulan hasil keringat warga binaan kini dikemas dalam wadah digital bernama E-Katalog Produk Uni Kamek Lapepa, dengan semboyan "Bangga Buatan Warga Binaan".

Katalog ini memuat berbagai produk berkualitas hasil olah tangan terampil warga binaan, mulai dari tas rajut yang unik dan fungsional, hiasan kotak kapalo samba, jilbab kapalo samak, hingga hasil kerajinan daun yang dikerjakan dengan penuh ketelatenan. Setiap produk bukan sekadar barang dagangan, melainkan bukti semangat belajar, bekerja, dan berusaha bangkit yang ditanamkan selama masa pembinaan.

Kepala Rutan Susi Andriani Pohan menyampaikan bahwa katalog ini dibuat sebagai upaya memberikan ruang bagi warga binaan untuk berkarya, sekaligus memperluas jangkauan pemasaran hasil kerja mereka ke masyarakat luas. "Kami ingin karya mereka dilihat, dihargai, dan dibanggakan. Ini langkah nyata agar mereka tetap produktif dan memiliki harapan baru ke depannya," ujarnya.

Melalui pemindaian Kode QR yang tertera di katalog ini, masyarakat dapat dengan mudah melihat dan memesan berbagai produk unggulan tersebut. Informasi pemesanan juga dibuka lebar melalui media sosial resmi: Instagram & TikTok @bimkerlpppadang dan @unikamek.lapepa, serta nomor kontak/WhatsApp 082285368088 atas nama Uni Kamek Lapepa.

Dengan gaya desain yang kental nuansa budaya lokal Sumatera Barat, E-Katalog Uni Kamek Lapepa membuktikan bahwa semangat membangun dan berkarya tidak mengenal batas. Dukungan masyarakat berarti penghargaan bagi usaha warga binaan dan dorongan semangat bagi keberhasilan program pembinaan yang dipimpin Susi Andriani Pohan.


Rusdi Chandra.

 

 

 



PESISIR
SELATAN, 6 September 2026 – Keberhasilan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Batang Kapas meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional pada tahun 2025 tidak hanya menjadi kebanggaan tersendiri, namun juga menjadi cahaya yang menyebarkan semangat pelestarian lingkungan ke wilayah lain di Sumatera Barat. Dipimpin oleh Kepala Sekolah yang berdedikasi, Betta Centaury, M.Pd., sekolah ini telah melaksanakan program pembinaan dan pendampingan intensif bagi tiga satuan pendidikan di Kabupaten Pesisir Selatan guna tumbuh bersama menjadi sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

Program pengimbasan dan pembinaan ini berlangsung selama tiga bulan terakhir secara bertahap dan terencana. Tiga sekolah penerima manfaat adalah SMAN 2 Bayang, SMAN 1 Ranah Pesisir, serta SMAN 2 Ranah Pesisir. Selama masa pembinaan, tim dari SMAN 1 Batang Kapas berbagi pengetahuan, pengalaman, serta strategi praktis mulai dari perencanaan, pembentukan karakter warga sekolah, hingga pengelolaan lingkungan sekolah yang sehat, asri, dan berkelanjutan sesuai standar Adiwiyata.

Kepala Sekolah SMAN 1 Batang Kapas, Betta Centaury, M.Pd., menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus wujud nyata dari semangat Adiwiyata untuk saling menguatkan. “Memperoleh penghargaan Adiwiyata Nasional adalah amanah besar. Kami merasa wajib untuk mengimbaskan apa yang telah kami pelajari dan bangun bersama kepada sekolah-sekolah lain. Tujuannya sederhana: agar semakin banyak sekolah di Sumatera Barat yang nyaman, hijau, dan menanamkan kecintaan terhadap alam sejak dini kepada peserta didiknya,” ujarnya.

Puncak dari rangkaian kegiatan tersebut baru saja terlaksana pada minggu lalu, di mana Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat melakukan kunjungan lapangan secara langsung ke ketiga sekolah binaan tersebut. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat perkembangan nyata, kesiapan infrastruktur, serta penerapan nilai-nilai lingkungan yang telah dipraktekkan setelah mendapatkan bimbingan intensif dari SMAN 1 Batang Kapas.

Antusiasme terlihat dari kesiapan seluruh pihak di ketiga sekolah tersebut dalam menerima tim peninjau. Program ini dinilai sangat positif karena menciptakan jejaring kerja sama yang erat antar-sekolah, membangun budaya berbagi, serta mempercepat penyebaran sekolah-sekolah berwawasan lingkungan di wilayah Pesisir Selatan dan sekitarnya.

Diharapkan ke depannya, kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut dan meluas, sehingga keberhasilan SMAN 1 Batang Kapas menjadi pemicu lahirnya lebih banyak sekolah Adiwiyata lainnya di seluruh Provinsi Sumatera Barat demi terciptanya lingkungan pendidikan yang berkualitas dan lestari.


Rusdi Chandra


PESISIR
SELATAN – SMAN 1 Batang Kapas kini tengah bergerak maju dengan penuh semangat dalam mempersiapkan sistem pembelajaran berbasis kelas digital, sebagai langkah strategis menuju penetapan sebagai sekolah rujukan Google. Langkah besar ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam memajukan kualitas pendidikan yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi masa kini.

Kepala Sekolah SMAN 1 Batang Kapas, BETTA CENTAURY, M.Pd., menyampaikan bahwa kelas digital ini merupakan sistem pembelajaran terpadu yang sepenuhnya memanfaatkan berbagai fitur unggulan dari Google. Melalui sistem ini, proses belajar mengajar tidak lagi bersifat kaku, melainkan menjadi lebih dinamis, modern, dan mudah diakses oleh seluruh peserta didik. "Kemudahan ini memungkinkan siswa untuk mengakses materi pembelajaran serta memanfaatkan beragam fasilitas media belajar yang menarik dan interaktif, yang telah disiapkan secara khusus oleh para guru di dalam kelas digital ini," ujarnya.

Pencapaian yang membanggakan tercatat pada tahun berjalan ini, di mana seluruh tenaga pendidik di SMAN 1 Batang Kapas telah berhasil mengantongi sertifikasi Google Level 2. Artinya, sebanyak 70 orang guru atau mencapai angka 100% telah menguasai kompetensi teknologi yang dibutuhkan secara profesional dan siap mendampingi siswa dalam ekosistem pendidikan digital tersebut. Hal ini menjadi fondasi kuat demi keberhasilan pelaksanaan program sekolah menuju standar rujukan.

Bukti nyata kemajuan yang diraih sekolah terlihat pula dengan dilakukannya kunjungan kerja dan pemantauan resmi dari pihak berwenang pada bulan ini. SMAN 1 Batang Kapas menerima kunjungan rombongan yang dipimpin oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi, turut hadir pula Kepala Balai TIK Dinas Pendidikan, serta Kepala Bidang Sarana dan Prasarana. Kegiatan ini dilaksanakan khusus dalam rangka pemantauan dan evaluasi mendalam terhadap pelaksanaan program kelas digital yang tengah berjalan di sekolah tersebut.

Kepala Sekolah Betta Centaury menambahkan bahwa dukungan dan pengawasan dari pemerintah provinsi ini menjadi penyemangat bagi seluruh warga sekolah. "Kami berharap persiapan menuju sekolah rujukan Google ini dapat berjalan lancar dan membawa dampak positif yang luas bagi peningkatan mutu pendidikan serta kualitas lulusan di daerah kami," tandasnya.


Rusdi Chandra


KARO
, SUMATERA UTARA — Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih menjadi perhatian serius pemerintah dan seluruh unsur terkait. Di tengah status Gunung Sinabung yang berada pada Level III atau Siaga, Polri bersama TNI, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemerintah Kabupaten Karo serta unsur terkait terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan untuk melindungi masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan perubahan aktivitas vulkanik yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, terutama warga yang berada di kawasan terdampak maupun wilayah yang berpotensi terkena dampak erupsi.

Berdasarkan informasi resmi BNPB, Gunung Sinabung mengalami erupsi pada Senin, 31 Agustus 2026. Setelah terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, status gunung api tersebut dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) mulai pukul 12.30 WIB. 

Kondisi tersebut kemudian direspons dengan penguatan personel, pengamanan kawasan rawan, pemantauan aktivitas gunung, kesiapan jalur evakuasi, pelayanan kesehatan, distribusi kebutuhan dasar, hingga penyampaian informasi kepada masyarakat.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., M.I.Kom., menegaskan bahwa masyarakat diminta tetap tenang namun tidak mengurangi kewaspadaan. Masyarakat juga diimbau tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan tidak menyebarkan kabar yang dapat menimbulkan kepanikan.

“Kami meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Jangan menyebarkan kabar yang dapat menimbulkan kepanikan. Ikuti arahan petugas dan segera bergerak menuju lokasi aman apabila terdapat perintah evakuasi.”

SINERGI LINTAS INSTANSI TERUS DIPERKUAT

Polri memastikan penanganan situasi Gunung Sinabung tidak dilakukan sendiri. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat bersama TNI, Pemkab Karo, PVMBG, BPBD serta unsur terkait lainnya.

Kolaborasi tersebut mencakup pemantauan perkembangan aktivitas Gunung Sinabung, pengamanan kawasan rawan bencana, pengaturan mobilitas masyarakat, kesiapan evakuasi, pelayanan kepada warga terdampak, hingga pengamanan lokasi pengungsian.

Polri juga menempatkan personel di sejumlah titik yang dinilai membutuhkan pengamanan dan pelayanan masyarakat. Kehadiran personel di lapangan sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak mengambil tindakan yang berisiko.

Data pemantauan hingga 3 September 2026 menunjukkan Gunung Sinabung masih berada pada Level III atau Siaga. Asap kawah terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian sekitar 50 sampai 300 meter di atas puncak kawah. Meski intensitas asap kawah mengalami penurunan, kewaspadaan tetap ditingkatkan karena status gunung masih Siaga

RATUSAN WARGA MASIH BERADA DI PENGUNGSIAN

Dampak peningkatan aktivitas Gunung Sinabung juga dirasakan masyarakat di sekitar kawasan terdampak. Sebanyak 374 warga Desa Kuta Tengah masih berada di lokasi pengungsian Jambur Desa Suka Tepu berdasarkan data yang dilaporkan pada 3 September 2026.

Di lokasi pengungsian, aparat bersama pemerintah daerah terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Pengamanan, distribusi logistik, pelayanan kesehatan dan pendampingan kepada warga menjadi bagian penting dalam penanganan bencana.

Polri juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak yang berada di pengungsian. Satbinmas Polres Karo turut melaksanakan kegiatan trauma healing sebagai bentuk pendampingan agar anak-anak tetap mendapatkan perhatian selama berada jauh dari rumah. 

Selain itu, bantuan dari jajaran Polda Sumatera Utara telah disalurkan berupa selimut, makanan ringan, minuman serta paket makanan bagi anak-anak di lokasi pengungsian. 

176 PERSONEL POLRI DISIAGAKAN

Dalam menghadapi situasi tersebut, Polda Sumatera Utara sebelumnya menyiagakan 176 personel Polri, yang terdiri dari unsur Brimob, Samapta dan tenaga kesehatan.

Kehadiran personel tersebut diarahkan untuk mendukung pengamanan kawasan, membantu proses evakuasi apabila diperlukan, memberikan pelayanan kepada masyarakat, menjaga situasi di lokasi pengungsian serta mendukung penanganan dampak bencana.

Kekuatan tersebut juga diperkuat oleh personel gabungan dari TNI dan Pemerintah Kabupaten Karo. Sinergi tersebut menjadi bagian dari sistem penanganan terpadu untuk memastikan setiap perkembangan situasi dapat direspons dengan cepat.

MASYARAKAT DIMINTA TIDAK MEMASUKI KAWASAN BERBAHAYA

Polri bersama pemerintah daerah dan instansi teknis juga mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki kawasan yang telah dinyatakan berbahaya.

Imbauan tersebut sangat penting karena aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu. Masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan rawan hanya untuk melihat aktivitas Gunung Sinabung, mengambil gambar, maupun membuat konten di media sosial.

PVMBG mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan. Informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Sinabung harus mengacu pada sumber resmi PVMBG dan instansi berwenang. 

POLRI INGATKAN BAHAYA HOAKS DAN INFORMASI TIDAK TERVERIFIKASI

Selain menghadapi ancaman bencana alam, aparat juga menghadapi tantangan penyebaran informasi yang tidak benar di tengah masyarakat.

Polri mengingatkan agar masyarakat tidak langsung mempercayai setiap informasi mengenai erupsi atau peningkatan aktivitas Gunung Sinabung yang beredar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.

Informasi mengenai kondisi gunung api harus terlebih dahulu diverifikasi melalui sumber resmi. Penyebaran kabar yang tidak benar dikhawatirkan dapat menimbulkan kepanikan, mengganggu proses evakuasi, bahkan membahayakan masyarakat apabila menyebabkan warga mengambil keputusan tanpa mengikuti arahan petugas.

Karena itu, masyarakat diminta menjadikan informasi dari PVMBG, BNPB, BPBD, pemerintah daerah dan kepolisian sebagai rujukan dalam menentukan langkah.

KESELAMATAN MASYARAKAT DI ATAS SEGALANYA

Polri menegaskan bahwa seluruh langkah yang dilakukan bukan untuk menimbulkan ketakutan, melainkan memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan pelayanan terbaik dalam menghadapi potensi bencana.

Penurunan intensitas asap kawah tidak serta-merta berarti ancaman telah berakhir. Selama status Gunung Sinabung masih berada pada Level III atau Siaga, seluruh pihak harus tetap menjaga kesiapsiagaan.

Masyarakat diminta tetap tenang, tidak panik, tetapi juga tidak lengah. Apabila sewaktu-waktu petugas mengeluarkan instruksi evakuasi, warga diharapkan segera mengikuti arahan tersebut dan menuju lokasi aman yang telah ditentukan.

Polri bersama TNI, Pemkab Karo, PVMBG, BPBD dan seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan serta menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan perkembangan aktivitas Gunung Sinabung dan rekomendasi resmi dari pihak berwenang.

Pesan utama dari seluruh upaya tersebut jelas: jangan panik, jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, jangan memasuki kawasan berbahaya, dan selalu ikuti arahan petugas. Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama. 


Tim/Red






PASAMAN
— Komitmen Kepolisian Resor (Polres) Pasaman dalam mendukung program ketahanan pangan terus diperkuat melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat. Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman AKBP Adiwara Permana Anggawisastra, S.I.K., jajaran Bhabinkamtibmas didorong tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga ikut berperan dalam mendampingi masyarakat mengembangkan potensi pangan di lingkungan masing-masing.

Hal tersebut tergambar dalam kegiatan Bhabinkamtibmas yang turun langsung ke tengah masyarakat untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan terkait ketahanan pangan, sebagaimana dokumentasi kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 6 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas tampak menyambangi lingkungan permukiman warga dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan lahan yang tersedia agar dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan pangan keluarga.

Program ketahanan pangan dinilai memiliki arti penting, bukan hanya dalam mendukung ketersediaan bahan pangan, tetapi juga dalam memperkuat kemandirian masyarakat. Karena itu, keberadaan Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi penghubung antara program pemerintah, kepolisian, serta berbagai potensi yang dimiliki masyarakat di tingkat nagari.

Kapolres Pasaman AKBP Adiwara Permana Anggawisastra menempatkan peran personel di lapangan sebagai salah satu bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Sejak dipercaya memimpin Polres Pasaman pada akhir Juli 2026, AKBP Adiwara membawa perhatian pada penguatan sinergi antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat. 

Bhabinkamtibmas Jadi Ujung Tombak Kedekatan Polri dengan Masyarakat

Bhabinkamtibmas memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat di wilayah binaannya. Kehadiran mereka bukan sekadar dalam konteks pemeliharaan Kamtibmas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kepolisian memahami persoalan sosial dan ekonomi yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam konteks ketahanan pangan, Bhabinkamtibmas dapat memberikan motivasi kepada warga untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia, baik untuk tanaman pangan, hortikultura maupun kegiatan produktif lainnya sesuai potensi wilayah.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan dari tingkat paling bawah, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga mampu mengambil peran secara langsung.

Kegiatan sosialisasi seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas juga menjadi ruang komunikasi untuk mendengarkan berbagai kebutuhan dan kendala masyarakat. Dengan komunikasi yang intensif, berbagai persoalan di lingkungan warga diharapkan dapat diketahui lebih cepat dan dicarikan solusi bersama melalui koordinasi dengan pihak terkait.

Dorong Masyarakat Tidak Bergantung pada Pasokan dari Luar

Ketahanan pangan pada dasarnya tidak hanya berbicara mengenai produksi dalam jumlah besar. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana keluarga dan masyarakat memiliki kemampuan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangannya secara mandiri.

Pemanfaatan pekarangan rumah, lahan kosong maupun lahan produktif yang tersedia dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mendukung tujuan tersebut.

Bagi masyarakat di wilayah pedesaan dan nagari, potensi tersebut tentu menjadi modal penting. Berbagai tanaman kebutuhan sehari-hari dapat dikembangkan sesuai kondisi lahan dan kemampuan masyarakat.

Karena itu, pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas diharapkan mampu memberikan semangat kepada masyarakat agar potensi yang ada tidak dibiarkan begitu saja.

Polri melalui jajaran kewilayahan juga dapat berperan dalam membangun kesadaran bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, pemerintah nagari, kelompok tani, tokoh masyarakat dan masyarakat secara keseluruhan memiliki peran masing-masing dalam mewujudkannya.

AKBP Adiwara: Polisi Harus Hadir di Tengah Masyarakat

Kepemimpinan AKBP Adiwara Permana Anggawisastra di Polres Pasaman juga ditandai dengan dorongan agar komunikasi antara kepolisian dan masyarakat terus diperkuat.

Dalam sejumlah kesempatan sebelumnya, Kapolres Pasaman menekankan pentingnya sinergi dengan masyarakat dan insan pers untuk menciptakan situasi yang kondusif. Ia juga menyampaikan bahwa kondisi sosial masyarakat Pasaman yang relatif kondusif perlu terus dijaga bersama dengan melibatkan berbagai pranata sosial yang ada. 

Pendekatan tersebut menjadi penting karena persoalan Kamtibmas tidak dapat diselesaikan hanya melalui tindakan kepolisian. Pencegahan jauh lebih efektif apabila masyarakat memiliki kepedulian dan ikut terlibat dalam menjaga lingkungannya.

Begitu pula dengan persoalan ketahanan pangan. Polri dapat menjadi salah satu penggerak dan pendamping, sementara masyarakat menjadi aktor utama dalam memanfaatkan potensi yang ada.

Ketahanan Pangan Sekaligus Memperkuat Ekonomi Keluarga

Penguatan ketahanan pangan di tingkat masyarakat juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian keluarga.

Jika masyarakat mampu menghasilkan sebagian kebutuhan pangan secara mandiri, maka pengeluaran rumah tangga dapat ditekan. Bahkan, apabila produksi dilakukan secara berkelanjutan dan menghasilkan surplus, hasil tersebut dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif.

Untuk itu, kegiatan Bhabinkamtibmas tidak berhenti pada sosialisasi semata. Pendampingan dan komunikasi secara berkelanjutan menjadi bagian penting agar masyarakat benar-benar mendapatkan manfaat dari program tersebut.

Kehadiran personel Polri di tengah masyarakat juga dapat membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah nagari dan kelompok masyarakat yang memiliki perhatian terhadap sektor pertanian dan pangan.

Bangun Sinergi dari Tingkat Nagari

Polres Pasaman di bawah kepemimpinan AKBP Adiwara Permana Anggawisastra memiliki ruang yang besar untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah hingga pemerintahan nagari.

Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada pemetaan potensi lahan, pendampingan masyarakat, peningkatan kesadaran mengenai pemanfaatan lahan serta penguatan keamanan di lingkungan masyarakat.

Bhabinkamtibmas sebagai personel yang paling dekat dengan warga diharapkan dapat menjadi mata dan telinga pimpinan dalam melihat perkembangan masyarakat. Setiap potensi maupun persoalan yang muncul di wilayah binaan dapat dikomunikasikan secara cepat sehingga langkah penanganan maupun pendampingan dapat dilakukan secara tepat.

Dengan demikian, keberadaan Bhabinkamtibmas tidak hanya dirasakan ketika terjadi persoalan hukum atau gangguan Kamtibmas, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan pendampingan dan dukungan dalam kegiatan yang bersifat produktif.

Polri Hadir Bukan Hanya Saat Ada Masalah

Kegiatan sosialisasi ketahanan pangan tersebut sekaligus memperlihatkan wajah pelayanan Polri yang lebih dekat dengan masyarakat.

Polisi tidak harus selalu hadir ketika terjadi gangguan keamanan. Kehadiran personel di tengah aktivitas masyarakat, berdialog dengan warga, memberikan motivasi serta ikut mendorong kegiatan produktif merupakan bagian dari membangun kepercayaan publik.

Bagi Kapolres Pasaman AKBP Adiwara Permana Anggawisastra, penguatan hubungan antara Polri dan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan wilayah yang aman dan kondusif.

Ketika masyarakat merasa diperhatikan dan memiliki ruang komunikasi dengan kepolisian, berbagai persoalan sosial dapat lebih cepat diketahui. Pada saat yang sama, masyarakat juga dapat berperan aktif membantu kepolisian menjaga keamanan lingkungan.

Menuju Masyarakat Pasaman yang Mandiri dan Produktif

Upaya mendorong ketahanan pangan di tingkat masyarakat pada akhirnya bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan pangan. Lebih jauh, program tersebut dapat menjadi bagian dari membangun masyarakat yang mandiri, produktif dan memiliki daya tahan menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Polres Pasaman berharap semangat tersebut dapat terus tumbuh di berbagai wilayah. Bhabinkamtibmas diharapkan konsisten melakukan komunikasi, pendampingan serta memberikan edukasi kepada masyarakat sesuai kebutuhan di wilayah binaannya.

Melalui sinergi antara Polri, pemerintah daerah, pemerintah nagari dan masyarakat, berbagai potensi yang ada di Kabupaten Pasaman dapat dioptimalkan.

Kapolres Pasaman AKBP Adiwara Permana Anggawisastra pun terus mendorong jajaran agar menjalankan tugas secara humanis, responsif dan dekat dengan masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Polri yang tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, mandiri dan sejahtera.

Kegiatan Bhabinkamtibmas dalam mensosialisasikan ketahanan pangan akhirnya menjadi gambaran bahwa menjaga keamanan dan membangun kesejahteraan masyarakat merupakan dua hal yang dapat berjalan beriringan.

Dari nagari, dari pekarangan dan dari lingkungan masyarakat, ketahanan pangan dibangun. Dari kedekatan dan komunikasi, Kamtibmas diperkuat. Dan dari sinergi seluruh elemen masyarakat, Pasaman yang aman, mandiri serta produktif dapat terus diwujudkan.

Catatan: naskah ini disusun berdasarkan informasi yang tampak pada foto, termasuk tanggal dokumentasi 6 September 2026. Nama Kapolres ditulis mengikuti nama yang Anda berikan: AKBP Adiwara Permana Anggawisastra. Pemberitaan terbaru juga mengonfirmasi beliau sebagai Kapolres Pasaman sejak pergantian kepemimpinan pada akhir Juli 2026. 


Tim/Red



pasamanbarat.sumbar.polri.go.id
– Hari pertama pelaksanaan Operasi Jaran Singgalang 2026, Polres Pasaman Barat melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) bersama Unit Reskrim Polsek Kinali berhasil mengungkap dugaan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Dalam pengungkapan tersebut, Polisi mengamankan seorang pria berinisial IG (26), yang diketahui merupakan residivis kasus tindak pidana yang sama. Dari hasil pengembangan terhadap terduga pelaku, petugas juga berhasil mengamankan tiga unit sepeda motor yang diduga merupakan hasil tindak pidana pencurian.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H. mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Pasaman Barat dalam memberantas tindak pidana pencurian kendaraan bermotor sekaligus memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat.

“Dalam pelaksanaan Operasi Jaran Singgalang 2026, jajaran Polres Pasaman Barat berhasil mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam tindak pidana pencurian kendaraan bermotor. Dari hasil pengembangan sementara, petugas juga berhasil mengamankan tiga unit sepeda motor,” ujar AKBP Agung.

Terduga pelaku IG (26) diamankan petugas di pinggir jalan yang berada di Jorong Sidomulyo, Nagari Mudiak Labuah, Kecamatan Kinali, pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan oleh jajaran Polres Pasaman Barat dengan melibatkan Satreskrim dan Unit Reskrim Polsek Kinali di bawah koordinasi Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat IPTU A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K serta Kapolsek Kinali AKP Feri Yuzaldi, S.H.

Kapolres menerangkan, penangkapan terhadap IG dilakukan setelah petugas melakukan serangkaian penyelidikan dan pengembangan terkait dugaan pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polsek Kinali.

“Dari rangkaian penyelidikan dan pengembangan yang dilakukan petugas terhadap terduga pelaku, pelaku juga memiliki keterkaitan dengan tiga Laporan Polisi atas dugaan pencurian sepeda motor di wilayah Kecamatan Kinali,” ungkapnya.

Dari keterangan terduga pelaku, petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tiga unit sepeda motor yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

Ketiga kendaraan tersebut masing-masing satu unit sepeda motor Honda Revo warna hitam dengan nomor polisi BB 5521 RZ milik Heriansyah, satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z dengan nomor polisi BA 7299 QN milik korban Sihel, serta satu unit sepeda motor Viar dengan nomor polisi BA 4522 QY milik Raksa.

“Modus operandi yang dipakai pelaku dalam melakukan aksinya dengan memantau kendaraan yang terparkir di tepi jalan, kemudian mendorong kendaraan tersebut dan mempreteli kunci kontak sepeda motor hasil curiannya,” jelas AKBP Agung.

Namun, terdapat modus berbeda dalam pencurian sepeda motor Honda Revo milik Heriansyah. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (17/8/2026) di Simpang Panco, Jorong Langgam Saiyo, Nagari Langgam Saiyo, Kecamatan Kinali.

Dalam aksinya, pelaku diduga berpura-pura meminjam sepeda motor milik korban. Namun, kendaraan tersebut kemudian tidak dikembalikan kepada pemiliknya.

Kapolres menambahkan, dalam proses pengembangan kasus, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut. Barang bukti tersebut ditemukan di kawasan Padang Ganting, Kecamatan Tigo Nagari, serta di daerah Padang Jirek, Nagari Bunut Kinali.

“Saat ini kami masih melakukan pendalaman kasus ini, terkait adanya pelaku lain atau ada pihak yang membantu pelaku dalam menjalankan aksinya dan adanya korban lain yang masih belum melapor ke petugas Kepolisian,” papar AKBP Agung.

Saat ini, terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan untuk menjalani proses hukum dan penyidikan lebih lanjut. Penyidik Polsek Kinali menjerat pelaku dengan Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang mengatur mengenai tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Kapolres Pasaman Barat mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dalam memarkir kendaraan, menggunakan pengamanan tambahan, serta segera melaporkan kepada pihak Kepolisian apabila mengalami ataupun mengetahui adanya tindak pidana.

“Polres Pasaman Barat akan terus meningkatkan kegiatan pencegahan maupun penegakan hukum terhadap tindak pidana yang meresahkan masyarakat. Kami juga mengharapkan dukungan dan informasi dari masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Pasaman Barat,” tutup Kapolres.

 (HumasResPasbar)


PAYAKUMBUH
– SMKN 3 Payakumbuh menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Pembekalan Uda dan Uni Kota Payakumbuh. Acara ini disampaikan langsung oleh Kepala SMKN 3 Payakumbuh, Dra. Wismarni, M.M., sebagai upaya nyata pembinaan generasi muda daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Sekolah juga menyampaikan materi penting mengenai Kenakalan Remaja. Materi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam serta pembinaan kepada generasi muda agar selalu menjaga sikap, perilaku, dan etika yang baik. Selain itu, peserta diharapkan mampu menjauhi segala bentuk perilaku yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, sekolah, maupun masyarakat luas.

Kegiatan pembekalan ini dirancang untuk memperkuat wawasan, karakter, etika, kepribadian, serta kemampuan komunikasi para Uda dan Uni. Sebagai generasi muda harapan daerah, mereka diharapkan mampu menjadi representasi positif dalam memperkenalkan potensi asli, kekayaan budaya, serta nilai-nilai luhur yang dimiliki Kota Payakumbuh.

Melalui pembekalan ini, para Uda dan Uni diharapkan dapat menjalankan peranannya dengan penuh tanggung jawab, percaya diri, serta berintegritas tinggi. Mereka juga diharapkan turut berkontribusi aktif dalam mempromosikan potensi daerah dan terus berupaya membangun citra positif Kota Payakumbuh di mata masyarakat luas.

Pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama. Dengan bekal pengetahuan yang cukup, pembentukan karakter yang kokoh, serta keteladanan yang baik, diharapkan lahir generasi yang mampu menjadi inspirasi sekaligus memberikan kontribusi nyata dan positif bagi lingkungan, sekolah, maupun masyarakat.

Sesuai dengan semangatnya, SMKN 3 Payakumbuh berkomitmen untuk terus membentuk generasi yang berkarakter, kompeten, berbudaya, dan berprestasi demi kemajuan Kota Payakumbuh.


Red/Rc

 

 

 


Tag Terpopuler

Author Name


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.